Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Mahasiswa UI Ingin Jadi Presiden, Sahroni: Ijazah Bukan Level Utama

Repelita.id

27 October 2026 15:08 WIB

[VIRAL] Mahasiswa UI Ingin Jadi Presiden, Sahroni: Ijazah Bukan Level Utama
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang mahasiswa Universitas Indonesia menyampaikan cita-citanya menjadi Presiden Republik Indonesia saat berdialog dengan Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni.

Pernyataan itu terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat Umum terkait Rancangan Undang-Undang Perampasan Aset di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2026).

ADVERTISEMENT

Sahroni menanggapi langsung aspirasi tersebut dengan mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis.

Menurutnya, kesuksesan tidak hanya ditentukan oleh nilai akademik semata.

“Ijazah tidak jadi level utama. Tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu,” ujar Sahroni.

Ia kemudian menanyakan kepada mahasiswa yang hadir siapa yang ingin menjadi pemimpin.

Salah satu mahasiswa menjawab ingin menjadi presiden.

Sahroni merespons dengan antusias bahwa pilihan itu cocok.

Ia menekankan bahwa impian para mahasiswa bebas untuk digapai tanpa batasan.

“Adik-adik selama mimpi gratis. Adik-adik mimpi apa aja boleh,” katanya.

Sahroni menambahkan bahwa dirinya sendiri hingga kini masih mempertahankan cita-cita menjadi presiden meski sudah menjabat.

Ia mengingatkan para mahasiswa agar tidak hanya fokus menjadi pintar di lingkungan kampus saja.

Menurutnya, kecerdasan bisa diperoleh dari berbagai tempat.

Yang paling penting adalah memiliki akal sehat dalam berpikir.

Sahroni juga menyinggung soal nilai akademik yang tidak selalu menjadi penentu utama.

Ia mencontohkan dirinya sendiri yang dulu memiliki nilai enam.

Banyak orang di media sosial mempertanyakan bagaimana seseorang dengan latar belakang seperti itu bisa menjadi pejabat.

Ia membandingkan bahwa nilai sembilan saja belum tentu menjamin seseorang menjadi sukses jika tidak diikuti prinsip berpikir yang cerdas.

“Daripada nilainya 9 kagak jadi apa-apa. Tapi prinsip smart, kita berpikir kapanpun dan di manapun. Kalian harus punya itu,” tegas Sahroni.

Pesan tersebut disampaikan sebagai motivasi agar generasi muda tidak terjebak hanya pada formalitas pendidikan.

Ia menekankan kembali bahwa ijazah tetap diperlukan namun bukan satu-satunya tolok ukur.

Yang utama adalah kemampuan berpikir kritis yang dapat diterapkan di setiap situasi.

Dialog ini menjadi bagian dari pembahasan RUU Perampasan Aset yang melibatkan berbagai pihak termasuk kalangan mahasiswa.

Sahroni berharap mahasiswa terus mengembangkan kemampuan berpikir agar siap menghadapi tantangan di masa depan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

@inilahcom Mahasiswa Universitas Indonesia (UI) mengungkapkan cita-citanya menjadi Presiden RI saat berdialog dengan Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, dalam RDPU terkait RUU Perampasan Aset di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (26/10/2026). Sahroni pun mengingatkan pentingnya kemampuan berpikir kritis dan tidak hanya mengandalkan nilai akademik. “Ijazah tidak jadi level utama. Tapi ijazah perlu, jangan sampai ada ijazah palsu,” ujar Sahroni. - Selengkapnya kunjungi website dengan klik link di bio atau download aplikasi di AppStore dan Google Play Store. #InilahNews #AhmadSahroni #Ijazah #Presiden #Inilahcom ♬ original sound - Inilah.com

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung