Repelita [Jakarta] - Gelombang perbincangan hangat di ruang digital dipicu oleh maraknya peredaran konten satire politik berupa meme visual bertema eksklusifitas kepemimpinan nasional.
Gambar bernuansa dramatis tersebut menampilkan latar belakang citra Monumen Nasional yang dipadukan dengan narasi teks lugas berbunyi "Kami Tidak Bersama Prabowo".
ADVERTISEMENT
Unggahan bernada sindiran tersebut memancing respons beragam serta memicu perdebatan sengit di antara para pengguna platform jejaring sosial.
Fenomena kepopuleran konten viral tersebut terekam dalam deretan tanggapan yang diunggah oleh akun @jaketkulitra
pada 30 Agustus 2026.
Beberapa tanggapan warganet menyoroti aspek estetika tampilan visual konten tersebut dengan nada apresiatif.
Apresiasi terhadap kemasan gambar disampaikan oleh akun @dilypiccadily
yang menuliskan respons singkat.
"Posternya keren 🔥" tulisnya.
Sementara itu, pertanyaan bernada nada satire terkait klaim dukungan publik bermunculan di kolom komentar.
Kritik terhadap representasi suara masyarakat dilontarkan oleh akun @gethabelleys
melalui tanggapannya.
"rakyat yg mana pak?👊🏻😂" tulisnya.
Pandangan dengan nuansa sarkasme ekstrem turut disuarakan oleh pengguna internet lainnya dalam merespons dinamika yang berkembang.
Pernyataan bersikap sinis disampaikan oleh akun @khataqata
melalui tanggapannya.
"Saya tetap mendukung dan mengusulkan nama beliau..
..di dalam rapat terbatas semalam yang dihadiri malaikat maut" tulisnya.
Keraguan mengenai basis dukungan nyata terhadap jajaran pemerintahan turut mengemuka dari pengguna media sosial lainnya.
Sintesis pandangan meragukan keberadaan simpatisan murni disampaikan oleh akun @vebyprd
dalam unggahannya.
"Rakyat mana yg bersama dia? Buzzernya?" tulisnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads