Berita, Nasional

[VIRAL] Merasa Dibohongi Aktivis Papua Mama Yasinta Moiwend Bantah Terlibat Dalam Film Dokumenter Pesta Babi

Repelita.id

24 May 2026 17:49 WIB

[VIRAL] Merasa Dibohongi Aktivis Papua  Mama Yasinta Moiwend Bantah Terlibat Dalam Film Dokumenter Pesta Babi
Foto: Istimewa

Repelita Merauke - Jagat maya tengah dihebohkan oleh penuturan terbuka seorang pejuang kelestarian alam asal Bumi Cenderawasih yang menyatakan penolakan keras atas pencatutan dirinya dalam sinema nonfiksi yang sedang naik daun.

Tokoh perempuan adat yang akrab disapa Mama Yasinta itu menegaskan bahwa pihak rumah produksi sama sekali tidak pernah mengajukan permohonan lisensi ataupun konfirmasi resmi untuk memasukkan figurnya ke dalam proyek visual tersebut.

ADVERTISEMENT

Unggahan sanggahan yang bersumber dari rekaman video pribadinya itu mulai tersebar luas di ranah digital melalui platform X serta Instagram sejak hari Minggu, 24 Mei 2026 ini.

Dirinya mengungkapkan rasa kecewa yang mendalam sekaligus terkejut saat mengetahui potret visual wajahnya ditayangkan secara bebas di hadapan khalayak umum di wilayah Jayapura.

Berdasarkan penuturannya, keberadaan dirinya di lokasi pengambilan gambar sebenarnya hanya untuk menghadiri undangan seremonial pesta syukur kebudayaan lokal semata.

Ia menduga kuat adanya tindakan perekaman visual secara sembunyi-sembunyi tanpa persetujuan verbal yang dilakukan oleh oknum tertentu saat acara adat berlangsung.

Selain itu, ia juga mensinyalir beberapa pernyataan lisan yang disampaikannya telah disunting serta dipotong secara sepihak demi mendukung alur cerita yang diinginkan produser.

Rangkaian peristiwa tersebut bermula ketika sebuah lembaga swadaya masyarakat menghubunginya pada April 2026 lalu dengan dalih pembuatan konten edukasi ketahanan pangan daerah.

Dirinya kemudian difasilitasi untuk bertolak menuju kawasan Wamena guna mendokumentasikan sebuah ritus perayaan yang belakangan justru dikemas menjadi produk sinematik komersial.

Aktivis perempuan ini juga menyatakan dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah menerima kompensasi finansial atau upah dalam bentuk apa pun dari pihak penyelenggara kegiatan.

Pada akhir penjelasannya, ia merasa telah dimanipulasi serta dijadikan alat propaganda demi melancarkan agenda serta kepentingan sepihak dari tim pembuat film tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung