Repelita Jakarta - Narasi yang beredar di media sosial sering menyampaikan kalimat Yakin kita gak mampu Haji ? Siapin hujjah kita dihadapan Allah kalau memang bener-bener gak mampu haji.
Unggahan tersebut konon berasal dari pemilik travel haji dan umrah serta banyak ditemui kalimat serupa di berbagai platform.
ADVERTISEMENT
Pernyataan itu dinilai perlu diluruskan agar tidak menyesatkan pemahaman umat tentang kewajiban ibadah haji.
Dalam ajaran Islam ukuran wajib atau tidaknya haji sangat jelas yaitu istitha’ah atau kemampuan yang diakui syariat bukan sekadar niat kuat atau perasaan bersalah.
Allah Swt telah menegaskan dalam Al-Qur’an surah Ali Imran ayat 97 bagi orang yang mampu mengadakan perjalanan ke sana.
Ulama menjelaskan bahwa mampu mencakup biaya perjalanan yang tidak mengorbankan kebutuhan pokok keluarga keamanan perjalanan kesehatan fisik serta tidak menelantarkan tanggungan seperti anak dan istri.
Jika seseorang masih memiliki tanggungan berat harus berhutang atau keberangkatan justru menyulitkan keluarga maka ia belum wajib menunaikan haji dan tidak berdosa.
Kalimat yang menekankan untuk menyiapkan hujjah di hadapan Allah seolah menimbulkan rasa bersalah padahal dalil syariat sudah sangat tegas bahwa belum mampu berarti belum wajib.
Hal ini penting untuk dijelaskan karena bisa mendorong seseorang nekat berhutang demi berhaji atau merasa berdosa padahal tidak seharusnya.
Dalam fiqih kaidahnya jelas bahwa sesuatu yang belum wajib tidak mendatangkan dosa jika ditinggalkan.
Nasehat tentang kewajiban haji sebaiknya ditujukan kepada mereka yang sudah mampu namun menunda tanpa alasan syar’i bukan menekan semua orang untuk merasa bersalah.
Para guru fiqih menegaskan bahwa tidak wajib bersusah payah menabung khusus untuk haji jika belum mampu.
Apabila seseorang tiba-tiba memperoleh harta yang cukup barulah ia wajib berhaji dan berdosa jika menunda tanpa uzur.
Namun jika kondisi belum memenuhi istitha’ah maka tidak perlu memaksakan diri apalagi sampai menjual aset atau berhutang.
Penjelasan ini sama sekali bukan meremehkan niat haji atau umrah yang justru merupakan niat mulia dan semoga Allah mudahkan bagi siapa saja yang ingin menunaikannya dengan tenang.
Editor: 91224 R-ID Elok