Berita, Nasional

[VIRAL] Ongen Nilai Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Masuk Wilayah Maka

Repelita.id

07 April 2026 23:02 WIB

[VIRAL] Ongen Nilai Seruan Saiful Mujani Jatuhkan Prabowo Masuk Wilayah Maka
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pernyataan kontroversial pengamat politik Saiful Mujani yang menyerukan penjatuhan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menuai respons keras dari sejumlah kalangan, termasuk aktivis Yulian Paonganan (Ongen).

Ongen menilai bahwa seruan tersebut telah memasuki ranah serius dan berpotensi dikategorikan sebagai tindakan makar terhadap pemerintahan yang sah.

ADVERTISEMENT

“Kalau kritik itu sah dalam demokrasi. Tapi kalau sudah menyerukan menjatuhkan pemerintahan, itu bukan lagi kritik, itu sudah masuk wilayah makar,” tegas Ongen dalam keterangan yang diterima di Jakarta pada Selasa (7/4/2026).

Ia menilai bahwa ajakan untuk menjatuhkan pemerintahan yang sah bukan sekadar kritik politik biasa, melainkan bentuk delegitimasi terhadap hasil demokrasi yang telah diputuskan melalui Pemilu 2024.

Ongen juga mengaitkan sikap Saiful Mujani dengan posisi politiknya pada Pilpres 2024 lalu, di mana publik mengetahui bahwa akademisi tersebut merupakan pendukung Ganjar Pranowo.

Menurut Ongen, pernyataan yang bernada provokatif itu tidak bisa dilepaskan dari dinamika pasca pemilu di mana sebagian elite dan kelompok politik masih menyimpan kekecewaan.

“Publik harus tahu konteksnya. Saiful Mujani adalah pendukung Ganjar di Pilpres 2024. Jangan sampai kekecewaan politik kemudian diarahkan menjadi ajakan menjatuhkan pemerintahan yang sah,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa dalam sistem demokrasi, ketidakpuasan terhadap hasil pemilu seharusnya disalurkan melalui mekanisme konstitusional, bukan dengan membangun narasi delegitimasi kekuasaan.

Ongen mengambil posisi tegas bahwa dalam situasi politik yang sensitif, pernyataan publik figur memiliki dampak besar dan tidak bisa dianggap enteng.

“Kalau terus dibiarkan, ini bisa memicu instabilitas. Apalagi disampaikan oleh tokoh yang punya pengaruh,” katanya.

Lebih jauh, Ongen menekankan bahwa kondisi global saat ini tidak sedang stabil dengan adanya eskalasi konflik geopolitik, termasuk ketegangan antara Iran dengan blok Amerika Serikat dan Israel.

Dalam situasi seperti ini, menurutnya, Indonesia justru membutuhkan soliditas nasional, bukan perpecahan internal yang dapat memperburuk stabilitas.

“Dunia sedang tidak baik-baik saja. Ada konflik besar yang bisa berdampak ke ekonomi global. Indonesia harus kuat, rakyat harus bersatu, bukan malah diajak menjatuhkan pemerintah,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa gejolak politik dalam negeri di tengah tekanan global bisa memperburuk kondisi ekonomi, investasi, hingga stabilitas sosial nasional.

Ongen juga memberikan pesan langsung kepada Saiful Mujani dan kelompok yang sejalan dengannya untuk mengarahkan ketidakpuasan ke jalur politik yang sah.

“Kalau tidak puas, silakan bertarung di Pilpres 2029. Itu jalur demokrasi yang benar. Bukan dengan narasi menjatuhkan pemerintahan,” tegasnya lagi.

Menurutnya, demokrasi Indonesia telah memberikan ruang yang luas bagi setiap warga negara untuk berkompetisi secara terbuka dan adil melalui pemilu.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung