Berita, Nasional

[VIRAL] Pasca-Bertemu Presiden Prabowo, KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut PT KAI Bobby Rasyidin Terkait Korupsi SPBU

Repelita.id

06 November 2026 15:55 WIB

[VIRAL] Pasca-Bertemu Presiden Prabowo, KPK Sita Rp2 Miliar dari Dirut PT KAI Bobby Rasyidin Terkait Korupsi SPBU
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Langkah penegakan hukum dalam pemberantasan tindak pidana korupsi yang menyasar petinggi badan usaha milik negara kembali menuai perhatian besar.

ADVERTISEMENT

Komisi Pemberantasan Korupsi secara resmi menyita sejumlah uang tunai senilai miliaran rupiah dari seorang direktur utama BUMN sektor transportasi.

Penyitaan dana bernilai fantastis tersebut menyasar langsung harta kekayaan milik Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Bobby Rasyidin.

Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @worowiri.id pada November 2026.

Melalui saluran komunikasi digital tersebut, penyitaan dana senilai dua miliar rupiah dilakukan sesaat setelah terlaksananya agenda pertemuan resmi.

Pertemuan strategis itu dilangsungkan oleh pihak pimpinan direksi bersama Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di lingkungan Istana Negara.

Dana sitaan tersebut diduga kuat berkaitan erat dengan perkara penyimpangan anggaran proyek digitalisasi stasiun pengisian bahan bakar umum nasional.

Kasus korupsi pengadaan sistem digitalisasi di lingkungan Pertamina tersebut diindikasikan telah berlangsung sejak periode tahun 2018 hingga 2023.

Saat tindak pidana terjadi, yang bersangkutan tercatat tengah menduduki posisi sebagai Direktur Utama PT Len Industri periode 2020-2025.

Perusahaan pelaksana teknologi tersebut bertindak sebagai pihak ketiga yang bertanggung jawab penuh dalam eksekusi operasional proyek digitalisasi SPBU.

Dinamika penyitaan yang berlangsung pasca pertemuan dengan kepala negara memicu beragam spekulasi kritis mengenai arah penegakan hukum baru.

Sebagian masyarakat siber mempertanyakan apakah tindakan tegas ini murni penegakan hukum objektif atau ada unsur pergeseran posisi struktural.

Pernyataan dari salah satu pengguna akun digital turut menyoroti rekam jejak pernyataan terdahulu dari sang pejabat BUMN bersangkutan.

Komentar tertulis dari akun @arifinsurah menuangkan kalimat, "Nahhh udah jelas koq Bapak Dirut ini kan yang buat statement bahwa Kereta Cepat Whoss menguntungkan 🙏🤲😇".

Proses penyidikan terhadap kasus korupsi korporasi ini dipastikan akan terus dikembangkan secara mendalam oleh tim penyidik komisi antirasuah.

Publik mengharapkan transparansi penuh agar seluruh oknum yang menikmati aliran dana haram proyek digitalisasi tersebut dapat diseret ke pengadilan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung