Repelita Jakarta - Sosok oknum peserta olahraga lari yang mendadak viral lantaran nekat menerobos barikade pagar Cut Off Point serta melontarkan kalimat bermutu kasar kepada petugas lapangan dalam kompetisi Jakarta Running Festival kini tengah disorot tajam.
Figur atlet amatir yang memicu kontroversi di ruang digital tersebut diketahui merupakan seorang pria bernama Mochamad Muldan Nurul Yakin.
ADVERTISEMENT
Identitasnya menjadi perbincangan hangat di kalangan warganet pasca beredarnya sebuah rekaman visual yang memperlihatkan tindakan pemaksaan melewati pembatas rute jalan saat sejumlah kru keamanan berupaya menghentikan lajunya.
Selain menyoroti aspek tindakan indisipliner di lintasan, latar belakang profesi kedinasan dari pria tersebut turut mengundang rasa penasaran dari para pengguna internet.
Berdasarkan rumor data yang beredar luas di jagat maya, dirinya disinyalir menduduki posisi strategis sebagai Senior Manager Compliance di lingkungan korporasi Bank Rakyat Indonesia.
Meskipun demikian, keabsahan perihal status kedudukan jabatan struktural kedinasan tersebut hingga kini terpantau belum terverifikasi secara independen oleh pihak berwenang.
Sebuah publikasi opini digital di platform Threads yang diunggah oleh akun @Yap_runner kedapatan ikut memberikan ulasan tajam atas terjadinya insiden pelanggaran tata tertib tersebut.
Melalui tulisan yang disebarkan, akun @Yap_runner melayangkan kritik terbuka yang mempertanyakan kepatuhan sang pelari terhadap regulasi baku perlombaan, terlebih bidang profesinya dikaitkan dengan kedisiplinan aturan.
Rentetan peristiwa kurang terpuji di arena olahraga tersebut sontak memantik gelombang respons negatif serta kecaman dari berbagai lapisan masyarakat di media sosial.
Sebagian besar warga net memberikan penekanan penting perihal kewajiban menjunjung tinggi sportivitas serta menghargai dedikasi para petugas yang mengawal kelancaran di area luar lapangan.
Pasca dirinya menjadi komoditas perbincangan yang memicu sentimen negatif, pria bersangkutan lantas mengunggah sebuah pernyataan maaf resmi melalui akun Instagram pribadinya pada hari Sabtu tanggal 24 Oktober 2026.
Dalam rilis tertulisnya, dirinya secara terbuka menyampaikan permohonan maaf yang ditujukan kepada pihak jajaran panitia penyelenggara Jakarta Running Festival, seluruh rekan atlet, serta masyarakat luas.
"Assalamualaikum warrahmatullahi wabarakatuh, selamat sore. Saya Muldan, saya ingin meminta maaf yang sebesar-besarnya dan setulus-tulusnya kepada panitia Jakarta Running Festival serta para peserta dan masyarakat atas tindakan dan perilaku saya pada pagi hari ini.
Tindakan dan ucapan saya tersebut sangatlah tidak mencerminkan norma-norma sportifitas dan sangat tidak pantas untuk dilakukan. Saya mengakui dan menyesal atas kesalahan tersebut juga bersedia bertanggung jawab atas kesalahan-kesalahan yang saya lakukan.
Kegiatan tersebut merupakan kegiatan pribadi yang saya lakukan, dan bukan mewakili pihak manapun. Saya janji dan berkomitmen untuk menjadikan peristiwa pagi hari ini sebagai bahan instropeksi saya ke depannya, sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada pihak yang merasa terganggu atas tindakan dan perbuatan saya tersebut," tuturnya secara mendalam.
Melalui untaian kalimat penyesalan tersebut, dirinya turut memberikan penegasan bahwa keikutsertaannya dalam perhelatan olahraga itu murni sebagai agenda personal dan sama sekali tidak merepresentasikan institusi manapun.
Dampak dari mencuatnya kasus ini diharapkan mampu menjadi refleksi bersama bagi para pegiat olahraga agar senantiasa memahami ketetapan batas durasi waktu lari yang telah ditentukan promotor.
Sebelum adanya rilis permohonan maaf ini, jagat maya sempat digegerkan oleh aksi nekat sekelompok peserta yang mendobrak pagar pembatas besi milik panitia demi bisa menembus rute utama.
Bahkan dalam laporan dokumentasi di lapangan, terdapat oknum yang tega melakukan kontak fisik berupa dorongan kepada kru sterilisasi jalur demi memuluskan ambisi pribadinya.
Aksi pemaksaan tersebut disinyalir terjadi lantaran para peserta tersebut telah dinyatakan gugur akibat melampaui regulasi batas waktu pada kategori Half Marathon di ajang Jakarta Running Festival.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok