Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Pencopotan 5 Kepala SDN Tebingtinggi Disorot Akibat Dugaan Penolakan Vendor Revitalisasi Rp2,44 Miliar

Repelita.id

22 September 2026 00:18 WIB

[VIRAL] Pencopotan 5 Kepala SDN Tebingtinggi Disorot Akibat Dugaan Penolakan Vendor Revitalisasi Rp2,44 Miliar
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Pencopotan lima kepala sekolah dasar negeri (SDN) di Kota Tebingtinggi menjadi perhatian setelah keputusan tersebut muncul ketika Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026 masih berjalan.

Program tersebut disebut memiliki nilai anggaran sebesar Rp2,44 miliar yang bersumber dari APBN dan diperuntukkan bagi pelaksanaan revitalisasi satuan pendidikan.

ADVERTISEMENT

Informasi mengenai persoalan itu diunggah akun @lambegosiip melalui Threads pada Senin, 21 September 2026.

Dalam unggahannya, akun tersebut menyebut pencopotan lima kepala SDN itu berlangsung secara mendadak dan kemudian memunculkan sorotan di tengah pelaksanaan program revitalisasi.

Para kepala sekolah yang terdampak disebut menduga keputusan pencopotan berkaitan dengan sikap mereka yang menolak penggunaan vendor tertentu dalam pelaksanaan program.

Vendor tersebut diduga telah diarahkan untuk digunakan dalam kegiatan yang berkaitan dengan Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Tahun 2026.

Informasi itu kemudian mendapat beragam tanggapan dari pengguna media sosial yang mengikuti unggahan tersebut.

Salah satu tanggapan datang dari akun @sifa69820904 sekitar 10 jam setelah unggahan utama dipublikasikan.

Akun tersebut membandingkan pencopotan kepala sekolah dengan pengalaman seorang menteri keuangan yang disebutnya juga pernah dicopot ketika sedang mengikuti rapat.

"Jangan kate "hanya' kepala sekolah, sedangkan seorang menteri keuangan yang sedang rapat aja tiba-tiba dicopot, melalui sambungan telepon lagi", tulis akun @sifa69820904.

Komentar lain disampaikan akun @s_agung_wibowo yang menyinggung kasus berbeda di wilayah Sumatra Selatan.

"Yg di Sumsel dikumpulkan di hotel, trus kena ott KPK..", tulis akun @s_agung_wibowo.

Pernyataan tersebut kemudian dikoreksi oleh akun @adhimadjid yang memberikan penjelasan mengenai lokasi kasus yang dimaksud.

"Maaf bkn d Sumsel, d kab banyuasin", tulis akun @adhimadjid.

Sementara itu, akun @nisarogh turut memberikan respons terhadap unggahan tersebut, meski tidak terdapat keterangan teks dalam tanggapannya.

Persoalan pencopotan lima kepala SDN di Kota Tebingtinggi kini menjadi perhatian karena berlangsung bersamaan dengan program revitalisasi satuan pendidikan yang disebut menggunakan anggaran APBN.

Dugaan mengenai keterkaitan pencopotan dengan penolakan terhadap vendor tertentu masih merupakan pernyataan yang disampaikan dalam unggahan media sosial dan memerlukan keterangan resmi dari pihak terkait.

Hingga informasi dalam unggahan tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan resmi dari Pemerintah Kota Tebingtinggi maupun pihak berwenang yang menjelaskan alasan pencopotan lima kepala sekolah tersebut secara terperinci.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung