Repelita Jakarta - Insiden pemaksaan pelepasan jilbab terhadap seorang siswi sekolah di wilayah Azerbaijan kini tengah menjadi pusat perhatian khalayak luas.
Kabar mengenai dugaan pelanggaran hak kebebasan beragama di institusi pendidikan tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @academyquranid.
ADVERTISEMENT
Melalui penyebaran informasi di media sosial pada hari Selasa tanggal tiga belas Oktober tahun dua ribu dua puluh enam itu diungkapkan adanya tindakan diskriminatif.
Saya disuruh masuk ke ruangan itu dan melepas jilbab. Katanya, saya harus melepasnya sebelum siang
Kejadian tersebut memicu keprihatinan mendalam dari publik internasional terkait jaminan hak individu dalam menjalankan syariat keyakinan mereka.
Laporan mengenai pembatasan atribut keagamaan ini dinilai mencederai prinsip kebebasan asasi manusia yang semestinya dilindungi di lingkungan sekolah formal.
Unggahan mengenai testimoni korban perundungan aturan berpakaian itu pun seketika dibanjiri beragam tanggapan dari netizen.
Ya Allah.. Bantu lah saudara perempuan kami di sana
Kritik tajam dari warga digital juga mengalir deras menyikapi kebijakan otoritas setempat yang dianggap terlalu mengekang hak warga negaranya.
Wahhhh kacauuu pemerintahannya, minta dikasih faham sama rakyat nya
Selain itu, situasi pembatasan jilbab di wilayah tersebut dinilai memiliki kemiripan sejarah dengan dinamika sosial politik yang pernah terjadi di kawasan lain.
Seperti Indonesia awal 90-an 😰😰😰😰😰
Berbagai komentar dari masyarakat pengguna platform digital merefleksikan kuatnya sorotan publik terhadap perlindungan hak asasi perempuan muslim di kancah global.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads