Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Potongan Ceramah JK soal Islam dan Kristen di Poso-Ambon Picu Polemik Tajam di Media Sosial, Abu Janda dan Gus Hilmi Adu Tafsir Ayat Soal Ceramah JK

Repelita.id

14 April 2026 15:59 WIB

[VIRAL] Potongan Ceramah JK soal Islam dan Kristen di Poso-Ambon Picu Polemik Tajam di Media Sosial, Abu Janda dan Gus Hilmi Adu Tafsir Ayat Soal Ceramah JK
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdebatan publik terkait potongan ceramah Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, terus bergulir di media sosial pada Selasa, 14 April 2026.

Pegiat medsos Permadi Arya atau Abu Janda menilai penting untuk memahami pilihan kata dalam ceramah tersebut sebelum menarik kesimpulan atas pernyataan yang disampaikan.

ADVERTISEMENT

Kita pahami dulu diksi atau pilihan katanya, Pak Jusuf Kalla mengatakan Islam dan Kristen berpendapat, ujar Abu Janda dalam pernyataannya.

Ia menegaskan bahwa pernyataan tersebut merujuk pada ajaran agama secara institusional, bukan kepada para pemeluk agama itu sendiri.

Pak Jusuf Kalla tidak mengatakan orang Islam dan orang Kristen, jadi kita bisa asumsikan yang dimaksud adalah ajaran agamanya, lanjut Abu Janda menjelaskan.

Abu Janda kemudian membandingkan isi kitab suci Islam dan Kristen dengan mengutip sejumlah ayat dalam Al-Quran yang berkaitan dengan perintah menghadapi musuh.

Jadi Pak Jusuf Kalla benar, dalam kitab suci Al-Quran memang ada perintah untuk menewaskan musuh menurut penafsiran Abu Janda.

Di sisi lain, ia juga menyebut bahwa dalam ajaran Injil tidak ada perintah untuk menewaskan musuh, yang ada malah perintah untuk mengasihi musuh.

Pernyataan Pak Yusuf Kalla soal Kristen ini salah karena bertentangan dengan ajaran kasih dalam Injil, tukas Abu Janda.

Menanggapi hal tersebut, cendekiawan NU Gus Hilmi Firdausi memberikan respons kritis terhadap cara pengambilan dalil yang disampaikan oleh Abu Janda.

Tadinya saya mau menjawab video Abu Janda tentang ceramah Pak JK yang dia anggap menistakan agama, ucap Gus Hilmi.

Ia menegaskan bahwa kutipan ayat-ayat tersebut tidak disertai penjelasan konteks yang utuh mengenai latar belakang turunnya ayat.

Dia mengutip surat Muhammad ayat 4 dan Al Baqarah ayat 191 yang merupakan ayat-ayat perang untuk memframing bahwa Islam itu agama kekerasan, imbuh Gus Hilmi.

Duh orang ini minim ilmu Quran dan tafsir tapi memotong beberapa ayat seenaknya tanpa menjelaskan maksud ayat tersebut dan asbabun nuzulnya, tegas Gus Hilmi mengkritik.

Di tengah polemik yang berkembang, Gus Hilmi mengajak masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh potongan-potongan ceramah yang beredar.

Semua damai, rukun, guyub inilah Indonesia, kita kuat karena saling menghargai perbedaan namun tetap satu tujuan Bhineka Tunggal Ika, tandasnya.

Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak bisa dipahami secara terpisah dari konteks keseluruhan ceramah di Masjid Kampus UGM pada Kamis, 5 Maret 2026.

Yang disampaikan Pak JK adalah realitas sosiologis di lapangan saat konflik pecah, baik kelompok Islam maupun Kristen sama-sama menyerukan perang suci, ujar Husain.

Mereka mengklaim bahwa membunuh pihak lawan atau mati dalam pertempuran adalah syahid, sebuah fakta sejarah yang terjadi di Poso dan Ambon menurut Husain.

Konflik yang saat itu menewaskan ribuan orang merupakan fakta sejarah, bukan pendapat pribadi Pak JK, tegas juru bicara tersebut.

Jusuf Kalla tidak sedang membahas ajaran agama, melainkan menjelaskan latar belakang konflik yang pernah terjadi dan justru meluruskan pemahaman yang keliru.

Perbuatan membunuh anak-anak, wanita, dan orang tua jelas melanggar nilai-nilai cinta kasih, sehingga Pak JK justru meluruskan pemahaman keliru ini, tambah Husain.

Upaya perdamaian melalui Perundingan Malino I tahun 2001 dan Malino II tahun 2002 yang dimediasi langsung oleh Jusuf Kalla menjadi titik penting berakhirnya konflik bernuansa SARA tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung