Repelita Kanada - Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina (PFA), Jibril Rajoub, terlibat ketegangan dengan pejabat sepak bola Israel, Basim Sheikh Suliman, saat Kongres FIFA di Kanada pada Kamis (30/4/2026).
Rajoub dengan tegas menolak ajakan Presiden FIFA Gianni Infantino untuk berdiri bersama di panggung usai kedua pejabat tersebut menyampaikan pidato di hadapan para delegasi.
ADVERTISEMENT
Dia juga menolak untuk berfoto bersama Suliman meskipun Infantino telah berulang kali mencoba mendorongnya agar ikut serta dalam momen persaudaraan tersebut.
“Kami menderita," kata Rajoub seraya menjelaskan alasan di balik penolakannya terhadap permintaan Infantino yang dikutip dari AFP pada Jumat (1/5/2026).
PFA sendiri baru-baru ini mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga terkait penolakan FIFA memberikan sanksi kepada Israel.
Banding tersebut menyangkut keberadaan klub sepak bola Israel yang berbasis di permukiman Tepi Barat yang dinilai tidak sah oleh otoritas Palestina.
PFA berpendapat bahwa klub-klub yang berlokasi di pemukiman Tepi Barat seharusnya tidak diizinkan berkompetisi di liga yang dikendalikan otoritas sepak bola Israel.
Para ahli Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 2024 lalu mengidentifikasi setidaknya delapan klub sepak bola yang bermain di pemukiman penjajah Israel.
Mereka juga menyerukan FIFA untuk memenuhi tanggung jawabnya dalam menghormati hak asasi manusia di kawasan konflik tersebut.
Rajoub mendesak FIFA agar menerapkan statuta organisasi sepak bola dunia tersebut secara adil tanpa pandang bulu.
“Apa yang terjadi di Palestina sangat mengerikan, menghancurkan semua fasilitas olahraga Palestina di Gaza, pembunuhan ratusan atlet Palestina, karyawan. Saya kira sekarang saatnya untuk menegakkan keadilan,” kata Rajoub usai acara.
Dia kemudian mengecam Suliman dengan pernyataan tajam bahwa orang yang berbicara atas nama Israel tidak memedulikan penderitaan rakyat Palestina.
“Saya menolak untuk berjabat tangan. Bagaimana saya bisa berjabat tangan atau berfoto dengan orang seperti itu?” ujarnya menegaskan sikap prinsipilnya di hadapan para delegasi kongres.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok