Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Prof Susi Tegaskan Rakyat Berhak Memperkarakan Negara di Hadapan Mahfud MD

Repelita.id

20 October 2026 23:39 WIB

[VIRAL] Prof Susi Tegaskan Rakyat Berhak Memperkarakan Negara di Hadapan Mahfud MD
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Pernyataan akademisi yang menyoroti hak konstitusional masyarakat sipil dalam mengkritik tata kelola negara kembali menjadi perbincangan hangat.

ADVERTISEMENT

Pernyataan tegas tersebut dilontarkan secara langsung oleh Prof Susi di hadapan tokoh nasional Mahfud MD.

Dalam pemaparannya, ia menggarisbawahi bahwa seluruh warga negara pada dasarnya memiliki hak penuh untuk memperkarakan negaranya sendiri.

Pernyataan dari guru besar tersebut sekaligus ditujukan guna memompa semangat gerakan mahasiswa yang tengah menggelar aksi demonstrasi.

Momen penyampaian pendapat ilmiah tersebut direkam dan disebarluaskan di media sosial pada hari Selasa tanggal 20 Oktober 2026.

Informasi mengenai suntikan motivasi bagi para mahasiswa tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @lady_farhana.

"Kerasssss!!! Prof. Susi didepan Mahfud MD: Rakyat berhak memperkarakan negaranya!! Adik-adik mahasiswa, dapet semangat dari Prof Susi dari UNPAD 😍 Semangatttt aksinya hari ini," tulis akun tersebut dalam unggahannya.

Sikap kritis yang ditunjukkan oleh akademisi asal Universitas Padjadjaran ini segera menuai gelombang apresiasi dari para alumni.

Dukungan moril terhadap keberanian sang profesor disampaikan langsung melalui kolom interaksi oleh akun @izraseven46.

Pengguna media sosial tersebut menyatakan, "Saya alumni Universitas Padjadjaran, saya bersyukur masih banyak Profesor yang kritis di Republik ini. Sehat selalu Prof Susi".

Di sisi lain, perdebatan mengenai dampak turunan dari isu lingkungan berupa bencana kebakaran hutan dan lahan ikut mencuat ke permukaan.

Salah seorang warganet mengeluhkan minimnya sarana armada penanggulangan api di lapangan yang memicu lonjakan penderita gangguan pernapasan.

Keluhan tersebut dikemukakan oleh akun @arif_y28 yang menyoroti ancaman kesehatan jangka panjang bagi generasi muda.

Ia menuliskan, "Korek puluhan unit pesawat water Bombing di lapangan tidak kelihatan. KARHUTLA selama 4 bulan sekitar 306.309 orang kena ISPA, kalau hal ini terjadi pada Balita setelah ISPA bisa menjadi TBC. Bisa dibayangkan anak² kita kena TBC maka nafasnya, sedikit saja berlari sudah ngos-ngosan. Apa yang yang diharapkan?".

Kendati demikian, kekeliruan persepsi mengenai korelasi klinis antara dua jenis penyakit pernapasan itu langsung mendapatkan koreksi dari netizen lain.

Penjelasan berbasis ilmu medis terkait perbedaan mendasar kedua penyakit tersebut dipaparkan secara rinci oleh akun @am.alimaaa.

Melalui kolom komentar, dirinya memberikan tanggapan ilmiah demi meluruskan misinformasi agar tidak menyebar lebih luas di masyarakat.

Akun tersebut mengklarifikasi, "Maaf sebelumnya, izin saya koreksi ya ISPA tidak akan pernah bisa menyebabkan TBC baik pada anak-anak ataupun orang dewasa. Keduanya sangat berbeda, ISPA disebabkan oleh berbagai jenis bakteri/virus umum, sedangkan TBC disebabkan oleh satu bakteri spesifik yakni Mycobacterium tuberculosis. Penanganannya juga berbeda jadi tidak dapat disamakan😊".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung