Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Ratusan Bukti Mandek di Polisi Netizen Sebut Hukum di Bawah Kendali Mulyono

Repelita.id

17 May 2026 14:07 WIB

[VIRAL] Ratusan Bukti Mandek di Polisi Netizen Sebut Hukum di Bawah Kendali Mulyono
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Jalannya proses penegakan hukum di tanah air kembali menuai sorotan tajam serta keraguan mendalam dari publik menyusul tudingan mengenai ketidakmampuan korps kepolisian dalam mengajukan tuntutan perkara secara profesional ke pihak kejaksaan. Langkah penanganan sebuah kasus yang melibatkan ratusan barang bukti serta puluhan saksi ahli dianggap mandek lantaran tidak proporsionalnya tindakan aparat penegak hukum di lapangan. Fenomena tersebut terungkap dalam sebuah unggahan video berdurasi singkat yang disebarluaskan pada tanggal 14 Mei 2026 melalui jejaring sosial.

Keresahan publik kian memuncak setelah akun @NenkMonica menuliskan sebuah opini tertulis pada tanggal 14 Mei 2026 yang menyebutkan bahwa Saking takutnya Mulyono menghadapi pengadilan sampai berbagai cara di lakukan. Upaya hukum tersebut dipandang penuh kejanggalan lantaran 700 bukti, 100 saksi, 25 saksi ahli gak bisa buat jaksa melakukan tuntutan artinya polisi tidak proporsional yang mengindikasikan adanya kendali sistematis di balik proses hukum tersebut.

ADVERTISEMENT

Opini bernada miring terhadap kinerja kepolisian yang dianggap lamban serta berbelit-belit memicu gelombang respons komentar dari para netizen secara masif pada tanggal 15 Mei 2026. Salah satunya datang dari akun @putraputri69302 yang menyampaikan analisis bahwa Overload Barbuk…biasanya 2 sdh cukup .. Kalo dipengadilan pembuktian 700 bukti, Makan waktu berbulana-bulan bahkan tahunan … Persidangan.

Ketidakpercayaan publik terhadap profesionalisme aparat juga ditegaskan oleh ulasan dari akun @rangga_ga555 yang menuliskan ungkapan bingung ga sama ulah uncle jack gitu² kok yo masih aja ada yg manut, ngebelain ingat kata kuncinya ; kebohongan akan d tutup dgn kebohongan lainnya, kebenaran akan menemukan jalannya. Di sisi lain akun @AmanahImam73779 ikut mengomentari aspek teknis penyidikan dengan menyatakan Artinya seluruh petunjuk hukum dlm sprindik lama batal.

Kecurigaan mengenai keaslian dokumen formal dalam perkara tersebut turut diembuskan oleh akun @dewita83063101 yang memberikan pandangan bernada satir bahwa Polisinya pun bingung gmna lgi ya caranya ngamankan kasus Ijazah palsu ini. Pernyataan senada juga dilontarkan oleh akun @Budionotaslim3 yang meminta ketegasan institusi Polri dengan menuliskan Polisi klo sdh lelah membela selembar Ijazah antara ada dan tiada antara asli atau palsu lempar anduk saja biar hukum berjalan sebagaimana mustinya.

Sorotan tajam mengenai pudarnya netralitas korps berseragam cokelat tersebut diperkuat melalui komentar dari akun @Fajar_Mula yang mengutarakan kekecewaannya berupa cuitan Polisinya mutar-mutar tak pernah netral. Sikap tidak objektif tersebut melahirkan keraguan mendalam di tengah masyarakat luas mengenai Bagaimana mau diharapkan polri ke depan yang baik dan menjadi kebanggaan bangsa??

Kejanggalan atas terbitnya instruksi penyidikan baru secara mendadak memicu kebingungan warga internet seperti yang dipertanyakan oleh akun @DermagaGarely melalui tulisan laah udah jalan jauh… kok tiba² balik lagi keluar 'Sprindik baru'… mulai dari awal lagi??? Sementara itu ketimpangan kekuatan hukum antara rakyat dan elite penguasa disuarakan oleh akun @RF_Laredo dengan kalimat keras Hampir 300juta Rakyat kok Gak bisa Sih Kalahin 1 keluarga dari Solo itu yg bermasalah..!!

Kritik tajam yang menyasar persoalan substansi bukti ijazah juga dilontarkan secara terbuka oleh akun @OmLandyyy yang mengunggah pernyataan bahwa sudah banyak jatuh korban padahal inti dari kasus yakni "Ijazah" yang diklaim asli pun tidak pernah ditunjukkan. Kekesalan publik atas tindakan oknum institusi kemudian disimpulkan secara sarkas oleh akun @Babarblas70 pada tanggal 16 Mei 2026 melalui cuitan singkat Terbukti aparat terbiasa menghalalkan segala cara.

Kondisi carut-marut penegakan hukum di bawah kendali lingkaran kekuasaan dinilai telah mencederai muruah peradilan nasional sebagaimana dipaparkan oleh akun @t0d1_cool yang mengunggah tulisan Kalau kerja Polisi under control Mulyono ya begini jadinya… Tdk profesional alias abal-abal. Kekecewaan kolektif terhadap iklim keadilan di masa depan akhirnya ditutup dengan pesimisme oleh akun @Mutiara33816254 yang menyatakan Tidak berharap hukum adil di jokowi jilid 3!!!(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung