Repelita Jakarta - Sebuah rekaman ceramah keagamaan memicu kecaman luas di jagat maya lantaran isinya dinilai merendahkan martabat kaum perempuan.
ADVERTISEMENT
Dalam penyampaiannya, oknum penceramah tersebut secara sadar mengeluarkan pernyataan yang menyamakan posisi wanita layaknya komoditas barang dagangan.
Pernyataan yang dinilai tidak pantas tersebut langsung memicu reaksi keras serta gelombang kritik dari berbagai kalangan pengguna media digital.
Kritik tajam bermunculan karena tindakan tersebut dianggap mencederai nilai-nilai penghormatan terhadap gender yang seharusnya dijunjung tinggi.
Unggahan mengenai potongan video penyampaian dakwah tersebut disebarluaskan oleh akun @warga_wkwk pada tanggal 12 Oktober 2026.
Narasi awal dalam kiriman publikasi platform sosial media tersebut menyatakan, "Merendahkan harga diri wanita, penceramah yang sudah tidak asing dari agama mana kita sudah tau. Dengan lantang dan sadar menawar seorang wanita bagaikan barang."
Kolom interaksi digital langsung dipenuhi oleh tanggapan negatif dari para warganet yang menyayangkan sikap figur publik di atas mimbar tersebut.
Kecaman terbuka dilontarkan oleh akun @kajianislam yang mempertanyakan etika penyiaran dakwah di hadapan jamaah perempuan.
Pengguna internet tersebut menuliskan, "Ceramah depan emak-emak ga ada pahalanya? Subhanallah, ngotorin mata katanya, merusak hati, mengganggu penghilatan. Dia ga punya emak apa? Istrinya bukan emak-emak? Dia bukan ustadz, apalagi kyai, dia aki-aki."
Rasa jijik terhadap reaksi para hadirin pria di lokasi acara juga diungkapkan oleh akun @ekarinidaru secara lugas.
Melalui kolom komentar, dirinya menyatakan kekesalannya dengan menulis, "Semua laki2 disitu tertawa ...diih apanya yg lucu? Jijik"
Kemarahan serupa atas respons audiens yang ikut menertawakan candaan tersebut disampaikan oleh akun @waroengbabangdzaky_.
Warganet tersebut mencurahkan kekesalannya melalui tulisan, "Ga ada yg kefikirian tarik paksa dr mimbar dan gebukin sampe bonyok apa ya? Malah pd ikutan ketawa.. goblok"
Kritik mendalam mengenai realitas oknum di lingkungan institusi pendidikan keagamaan tertentu disampaikan oleh akun @eeezraf.
Akun tersebut memberikan opini tertulis, "FYI : kebanyakan orang" pondok / pesantren tuh ya kyak gini modelanya. Lebih ngeres otaknya & parah dari orang" biasa. Cuma mereka dibungkus dengan dalil, pakaian agamis, dan kedok atas nama agama. YTTA."
Ajakan untuk beralih memilih forum pembelajaran agama yang lebih objektif diserukan oleh akun @wellaclrs.
Dalam tanggapannya, warga digital tersebut menuliskan pesan, "Yuk semuanya ikut ke kajian Islam yang murni! Belajar pakai dalil bersama ustadz Salafi. Ngaji rasa kuliah👍"
Pesan pengingat moral bersumber dari dalil sahih keagamaan dicantumkan oleh akun @dickyadec sebagai penutup diskusi.
Netizen tersebut menuliskan kutipan suci secara utuh, "Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari & Muslim)"(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads