Repelita Jakarta - Gelombang boikot massal dari netizen dilaporkan telah melumpuhkan sebuah usaha kuliner di luar negeri akibat pernyataan kontroversial pemiliknya mengenai konflik geopolitik.
ADVERTISEMENT
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @okd.islami pada postingan tertanggal 13 Oktober 2026.
Melalui narasi tertulis yang dibagikan, sang pemilik tempat makan kedapatan melontarkan seruan agresif yang memicu kemarahan publik internasional beberapa hari sebelumnya.
" Beberapa hari yang lalu, Harman dengan berani mendesak Perdana Menteri Israel, Netanyahu, untuk "menghancurkan setiap rumah di Gaza." Pernyataan kontroversial itu langsung memicu gelombang kemarahan publik." tulis akun @okd.islami memaparkan awal mula boikot.
Akibat dari kecaman keras tersebut, reputasi tempat usaha miliknya kini hancur total akibat serbuan penilaian buruk di laman digital.
"Bisnis kuliner yang ia bangun susah payah kini di ambang kehancuran. Restorannya terpaksa tutup sementara, dan yang lebih parah, ulasan buruk (bintang satu) dari netizen membanjiri halaman bisnisnya hingga membuat reputasinya hancur." lanjut akun @okd.islami di bagian kedua.
Menghadapi situasi pelik yang mengancam kelangsungan hidupnya, pengusaha asal India tersebut kini berbalik memohon empati serta pengampunan dari khalayak ramai.
"Dan hari ini, pria India ini panik dan memohon belas kasihan. "Mata pencaharian kami dalam bahaya, tolong datang ke restoran kami." keluhnya, berharap publik mau memaafkan dan menyelamatkan bisnisnya." tambah akun @okd.islami mengakhiri kutipan narasumber.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads