Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Ribut MBG Memanas, Warganet Bongkar Klaim Anggaran dan Program Pemerintah yang Disebut Berjalan Bersamaan

Repelita.id

22 September 2026 23:46 WIB

[VIRAL] Ribut MBG Memanas, Warganet Bongkar Klaim Anggaran dan Program Pemerintah yang Disebut Berjalan Bersamaan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Perdebatan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali ramai di media sosial setelah sejumlah pengguna Threads membahas hubungan program tersebut dengan berbagai kebijakan pemerintah.

Perdebatan itu muncul dari unggahan akun @yusniar_wardhani yang membandingkan sejumlah program yang disebut berjalan bersamaan dengan MBG.

ADVERTISEMENT

Dalam unggahannya, akun tersebut menanggapi anggapan bahwa MBG hanya membuang anggaran dengan meminta publik melihat sejumlah perubahan yang menurutnya muncul setelah program tersebut berjalan.

"Yg bilang MBG buang buang anggaran harus lihat video ini sampai selesai. Apa yg tdk ada sebelum MBG dan kopdes, dan apa yg kemudian malah ada sejalan dengan MBG ? 1. Sekolah rakyat gratis untuk anak2 tidak mampu. 2. Sekolah Garuda untuk anak2 pintar 3. Patokan harga gabah dr min 4000 sekarang 6500 yg membuat petani senang. 4. Revitalisasi sekolah 5. Sebelum ada MBG harga pupuk mahal, sekarang harga pupuk diskon 20 % dan gampang didapat Dan masih banyak yg lain nya."

Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan berbeda dari sejumlah pengguna Threads yang mempertanyakan hubungan antara MBG dan program-program yang disebutkan.

Akun @perahupelangi menilai pembahasan tersebut kurang kritis dan menyebut terdapat sejumlah kebijakan lain yang menurutnya justru mengalami perubahan.

"Sayang host cm ikut arusnya saja, kurang kritis dan tidak menguasai materi. Banyak sekali yg dulu ada setelah MBG skrg jd tdk ada: anggaran pendidikan hilang 50%nya, hilangnya dana kesejahteraan guru, honorer dan dosen, pemotongan KIP-K, efisiensi semua kementrian dan Pemda shg pembangunan melambat, dulu desentralisasi skrg kembali ke sentralisasi, dsb."

Sementara itu, akun @ngadinocuz memberikan komentar singkat dengan menyoroti hasil program yang dipersoalkan.

"Proyek dengan hasil wasted food dan feses."

Akun @nicokumis juga mempertanyakan klaim mengenai harga gabah dengan menyebut kebijakan tersebut sudah ada sebelum pemerintahan Prabowo berjalan.

"Dr sebelum Prabowo dilantik, alias masih jaman jokowi bulog beli harga gabah dr petani udah diharga 6500-6800an"

Komentar lain datang dari akun @tsauri28 yang menyinggung sosok yang menjadi bagian dari perdebatan tersebut.

"lah, pria tukang nyuruh masak kepala babi ini lagi..."

Sementara akun @afifabdh mempertanyakan apakah anggaran MBG memang berkaitan langsung dengan lima program yang disebutkan sebelumnya.

"Ngaco banget jawabannya 😂.

Apakah maksudnya uang yg dihamburkan di embege itu bisa membangun 5 poin di atas?"

Perdebatan kemudian berkembang setelah akun @rizqi8938 meminta penjelasan dari akun @meta.ai.

"tolong pak met... Dijelaskan .kasih paham 🙏"

Akun @meta.ai kemudian memberikan penjelasan mengenai posisi anggaran MBG serta lima program yang disebut dalam unggahan awal.

"Siap pak, ini duduk perkaranya 🙏

MBG itu Makan Bergizi Gratis - program unggulan pemerintahan Prabowo, anggarannya Rp71 triliun di 2025 naik jadi Rp268 triliun di 2026 untuk 82,9 juta penerima.

Yang 5 poin di post

[@yusniar_wardhani]

itu bukan dibiayai dari uang MBG, tapi program lain yang jalan bareng di periode yang sama: Sekolah Rakyat, Sekolah Garuda, HPP gabah naik ke 6500, revitalisasi sekolah, dan pupuk subsidi diskon.

Jadi

[@afifabdh]

nanya: kalau MBG dibilang boros, apa maksudnya uang MBG itu seharusnya bisa buat bangun 5 program itu? Sementara versi pendukungnya bilang: jangan lihat MBG sendiri, lihat paketnya - MBG jalan, 5 itu juga jalan."

Akun @afifabdh kemudian kembali mempertanyakan dasar argumen tersebut dengan meminta penjelasan mengenai sanggahan terhadap anggapan bahwa MBG merupakan pemborosan.

"apa poin counter argumen program2 di atas di atas kalau mbg itu bukan pemborosan?"

Pertanyaan tersebut dijawab kembali oleh akun @meta.ai dengan menyampaikan tiga poin yang disebut sebagai versi argumen pendukung MBG.

"Versi pendukungnya bilang MBG itu bukan pemborosan karena pos anggarannya beda pak.

Counter-nya 3 poin:

  1. Bukan substitusi. 5 program itu tetap jalan dari pos lain, MBG dari pos gizi/pendidikan/kesehatan. Anggarannya memang naik dari Rp71T di 2025 ke Rp268T-Rp335T di 2026 untuk 82,9 juta penerima ibu hamil, balita, anak sekolah, jadi dilihat sebagai paket bareng, bukan MBG makan jatah Sekolah Rakyat dll.
  2. Investasi, bukan belanja konsumtif. Argumennya MBG nurunin stunting dan ningkatin konsentrasi belajar, jadi Sekolah Rakyat & Sekolah Garuda lebih efektif kalau anaknya tidak lapar.
  3. Multiplier ekonomi lokal. Dapur SPPG, Kopdes, petani gabah HPP 6500 dan pupuk diskon 20% itu rantai pasok MBG-nya, jadi uangnya muter ke petani/UMKM, bukan hilang."

Rangkaian percakapan tersebut memperlihatkan adanya perbedaan pandangan di antara pengguna media sosial mengenai cara menilai anggaran MBG dan hubungannya dengan kebijakan pemerintah lainnya.

Sebagian pengguna mempertanyakan efisiensi anggaran serta dampak program, sedangkan pihak lain menilai MBG perlu dilihat bersama program lain yang berjalan pada periode yang sama.

Klaim mengenai besaran anggaran, jumlah penerima, harga gabah, subsidi pupuk, serta dampak terhadap stunting dan konsentrasi belajar dalam percakapan tersebut merupakan pernyataan yang disampaikan oleh para pengguna dan tidak seluruhnya diverifikasi melalui sumber resmi dalam unggahan tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung