Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Rumah Ini Terbakar Sendiri 51 Kali dalam Sepekan, Ahli Akhirnya Temukan Petunjuk

Repelita.id

31 May 2026 23:40 WIB

[VIRAL] Rumah Ini Terbakar Sendiri 51 Kali dalam Sepekan, Ahli Akhirnya Temukan Petunjuk
Foto: Istimewa

Repelita [Jakarta] - Fenomena munculnya api secara mendadak dan berulang di sebuah rumah warga di Margomulyo, Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, kini tengah dalam investigasi intensif berbagai pihak.

Tercatat sebanyak 51 kali titik api muncul secara sporadis di dalam kediaman tersebut selama kurun waktu satu pekan terakhir.

ADVERTISEMENT

Tim ahli dari Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama Pemerintah Daerah DIY saat ini tengah melakukan penelusuran mendalam terhadap dugaan akumulasi gas metana sebagai pemicu utama kejadian tersebut.

Kepala Dinas PUPESDM DIY, Anna Rina Herbranti, menyatakan bahwa akumulasi gas organik dari tangki septik menjadi salah satu faktor teknis yang diduga kuat memicu munculnya titik api.

Dosen Teknik Geologi UGM, Sarju Winardi, menambahkan bahwa indikasi keberadaan gas metana (CH4) merupakan temuan paling kuat berdasarkan bukti di lapangan.

Jadi, evidence-based yang paling kuat selama ini api berindikasi dengan keluarnya gas metana, tutur Sarju, Sabtu (30/5).

Hasil investigasi tambahan dari Dekan Fakultas Teknologi Mineral dan Energi UPN Veteran Yogyakarta, Prof. Basuki Rahmad, turut memperkuat dugaan tersebut setelah ditemukannya gelembung gas di area rawa sekitar 300 meter dari lokasi rumah.

Jadi indikasi kuat sumber gas ini adalah gas metana dari rawa, jelas Basuki.

Mengenai mekanisme terbakarnya benda-benda di dalam rumah, Sarju menjelaskan bahwa gas metana memiliki sifat dapat terperangkap pada material berpori seperti pakaian atau sofa dalam durasi tertentu.

Maka kadang-kadang butuh waktu agak lama. Berkumpul di sofa, berkumpul di pakaian, berkumpul di kain dalam jumlah waktu yang cukup, untuk menyala. Tetapi kalau kandungannya masih sedikit, belum menyala, paparnya.

Penghuni rumah, Mutvia dan keluarganya, sejauh ini lebih memilih pendekatan ilmiah daripada mengaitkan musibah tersebut dengan hal-hal berbau klenik atau mistis.

Sifatnya begini, kalau kami sekeluarga itu kami percaya bahwa adanya gas metana secara fisik dan secara ilmiah. Ibaratnya saiki realistis wae lah gitu, ungkap Mutvia.

Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan koordinasi dan observasi lanjutan untuk memastikan keamanan serta mencari solusi permanen bagi warga terdampak.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok


TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung