Repelita Jakarta - Pada Senin, 27 April 2026, Kabinet Prabowo-Gibran melaksanakan pelantikan sejumlah jajaran baru dalam sebuah reshuffle yang menarik perhatian publik.
Eks Sekretaris Kementerian BUMN, Said Didu, memberikan komentar tajam di akun media sosial X miliknya mengenai fenomena yang terjadi dalam perombakan kabinet tersebut.
ADVERTISEMENT
Menurut pengamatan Said, terdapat gejala yang sangat menarik dari proses reshuffle kemarin yang tidak bisa diabaikan begitu saja.
"Reshuffle 27 April 2026 lebih bermakna bagaikan penyerahan semua pintu istana (masuk dan keluar) ke Jokower," tulisnya dengan nada sinis di platform media sosial X.
Said juga menyoroti momen kehadiran sosok Jumhur Hidayat yang kini duduk di kursi pemerintahan sebagai Menteri Lingkungan Hidup.
Jumhur dikenal memiliki rekam jejak panjang sebagai seorang aktivis yang keras dan vokal dalam menyuarakan kritik kepada kekuasaan.
Yang menarik perhatian Said, Jumhur merupakan sosok yang selama ini dikenal sebagai anti terhadap rezim Jokowi.
Bahkan, Jumhur tercatat pernah menjadi bagian dari tim sukses pasangan Anies Baswedan pada kontestasi politik sebelumnya.
Namun kini, dengan segala latar belakangnya sebagai aktivis dan oposisi, Jumhur justru mendapat posisi strategis di Kabinet Prabowo-Gibran.
"Selain itu ada gejala menarik, yaitu dibukanya pintu masuk aktivis, anti rezim Jokowi, Timses Anies (Jumhur Hidayat) ke dalam Kabinet," pungkas Said mengakhiri analisisnya.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Bpk Presiden @prabowo yth, sejak Bpk dilantik 5 bulan lalu, sepertinya blm ada indikator pembangunan, terutama ekonomi yg membaik - bahkan bertambah buruk.
— Muhammad Said Didu (@msaid_didu) March 18, 2025
Sepertinya ini dampak dari sikap melanjutkan dan memuji rezim Jokowi yg jelas-jelas sudah merusak bangsa.