Repelita [Jakarta] - Unggahan bernada satire mengenai kecerdasan dan gaya komunikasi calon pemimpin ramai diperbincangkan di Threads.
Konten tersebut dibagikan akun @doni_ropawandi sekitar enam jam sebelum tangkapan layar tersebut ditampilkan.
ADVERTISEMENT
Dalam unggahannya, akun itu menyebut materi tersebut sebagai satire dari Gita dan menyoroti pilihan masyarakat ketika menentukan kandidat dalam pemilu.
Bagian utama unggahan memuat pernyataan, "Jadi kedepan saya hanya ingin berpesan klo nyoblos, nyoblos orang yang iq 140."
Kemudian dilanjutkan dengan perbandingan dua figur, "Ada dua pilihan Yang satu IQ 140 jago banyak hal tapi nggak jago ngomong Yang kedua IQ 78.9 tapi jago joget"
Unggahan tersebut selanjutnya mengkritik kecenderungan politik yang dinilai lebih mudah dipengaruhi sensasi dan popularitas dibanding kemampuan.
Pernyataan itu ditutup dengan kalimat, "Klu ada yg tersinggung, ya itu orangnya"
Unggahan tersebut kemudian memancing sejumlah tanggapan pengguna Threads dengan sudut pandang yang beragam.
Akun @dikconok mengusulkan agar kandidat pemilu menjalani pengujian IQ secara terbuka.
Ia menulis, "KPU pemilu besok, tolong semua kandidat di-test IQ dan hasilnya diumumkan. Ide bagus ini."
Sementara akun @intanrine mempertanyakan penerapan gagasan tersebut dengan komentar, "Tes iq mandiri atau proyek nih 😥"
Berbeda dengan komentar tersebut, akun @apuguhr mengingatkan bahwa IQ hanya berkaitan dengan kemampuan tertentu dan bukan satu-satunya ukuran keberhasilan seseorang.
Ia menulis, "IQ is a useful tool for measuring specific analytical and problem-solving skills, but it is not the single most important factor for success or fulfillment in life."
Percakapan tersebut memperlihatkan bagaimana satire mengenai IQ, popularitas, dan gaya kandidat dapat berkembang menjadi perdebatan mengenai kriteria yang semestinya digunakan masyarakat dalam memilih pemimpin. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads