Repelita Jakarta - Akun Threads @bocaheindonesia mengunggah pernyataan mengenai penolakan terhadap jabatan menteri pada 3 Oktober 2026, dengan narasi yang menempatkan sikap kritis terhadap pemerintah sebagai alasan untuk tidak mengejar posisi kekuasaan.
Dalam unggahan tersebut, akun @bocaheindonesia menulis, “TOLAK JADI MENTERI PRESIDEN LONGOR” sebagai judul pernyataan yang kemudian diikuti penjelasan mengenai alasan seseorang disebut memilih tidak mengambil jabatan di pemerintahan.
ADVERTISEMENT
Unggahan itu menyatakan, “Menolak jadi menteri bukan karena takut pada jabatan, tetapi karena merasa ada hal yang lebih penting daripada sekadar duduk di kursi kekuasaan: keberanian untuk tetap berpikir kritis.”
Pernyataan tersebut kemudian melanjutkan, “Sebab kalau kritik dari rakyat justru dianggap gangguan, sementara masukan hanya diterima ketika sesuai dengan keinginan penguasa, lalu untuk apa menjadi menteri?”
Dalam narasi yang sama juga disebutkan, “Jabatan bisa memberikan kekuasaan, tetapi tidak otomatis membuat seseorang bebas menyampaikan kebenaran.” Pernyataan itu menempatkan kebebasan menyampaikan kritik sebagai bagian penting dari sikap terhadap kekuasaan.
Pada unggahan berikutnya, akun @bocaheindonesia kembali menyampaikan pesan yang masih berkaitan dengan penolakan terhadap jabatan, yakni, “Menolak kursi adalah cara untuk tetap menjaga akal sehat : Pemerintah boleh berkuasa, tetapi rakyat tetap berhak mengkritik, karena kedaulatan di negeri ini mutlak milik Rakyat.”
Unggahan tersebut juga disertai tanda pagar #beritaviral, #bocaheindonesia, #breakingnews, dan #politikindonesia, yang menunjukkan bahwa pernyataan itu disebarkan dalam konteks percakapan politik dan perhatian publik di media sosial.
Di kolom tanggapan, salah satu pengguna dengan akun @mulionolun memberikan komentar singkat yang berbunyi, “Sok pintar”. Komentar tersebut muncul sebagai salah satu respons terhadap unggahan yang sedang dibahas.
Perdebatan mengenai jabatan pemerintahan dan hak masyarakat untuk menyampaikan kritik kembali menjadi bagian dari percakapan publik, terutama ketika sikap terhadap kekuasaan dikaitkan dengan kebebasan menyampaikan pendapat serta fungsi kontrol masyarakat terhadap pemerintah.*
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads