Repelita Jakarta - Suasana linimasa media sosial mendadak diwarnai gelombang kritik pedas yang menyoroti praktik pengelolaan kekuasaan serta beban finansial yang harus ditanggung oleh masyarakat sehari-hari.
Sorotan tajam tersebut bermula dari sebuah unggahan akun @LiterasiRakyat
ADVERTISEMENT
pada tanggal 2 Sep 2026 yang mengkritik keras sinergi elite politik dalam membagi-bagikan kedudukan.
Pernyataan bernada sindiran itu secara blak-blakan menyebutkan bahwa kelompok penguasa saling berbagi kue kekuasaan sementara warga biasa diposisikan sebagai sapi perah yang terus menerus dipajaki.
Pandangan kritis tersebut langsung memancing beragam reaksi dari para pengguna internet yang ikut meramaikan kolom balasan dengan berbagai ulasan serta pengalaman pandang mereka.
Salah satu tanggapan datang dari akun @rahmawatipoda
yang menuliskan komentar berbunyi Dalil naqli dan dalil aqli saling melengkapi, biasanya itu suami istri hrs saling melengkapi utk kebaikan anak2nya, ulama dan negara saling besinergi utk kebaikan rakyatnya, lah skrng sesama penjahat saling melengkapi dlm menutupi kebusukannya, innalillahi.
Diskusi di ruang digital itu semakin berkembang luas ketika akun @midhangste
turut memberikan ulasan historis pada tanggal 2 Sep 2026 mengenai dinamika politik masa lalu yang melibatkan tokoh-tokoh penting nasional.
Komentar dari akun tersebut berbunyi Kl obok2 berita th 2018 Prabowo terkesan ogah maju Makanya deklarasi pencapresannya diundur2 bbrp kali Alasan Hasyim, kesehatan dan gizi.
Ulasan tersebut menceritakan proses politik di balik layar sebelum pencalonan presiden terlaksana pada periode pemilihan umum sebelumnya yang menarik perhatian warganet.
Cuitan itu juga menambahkan keterangan lanjutan berbunyi Smp kemudian Prabowo n LBP ketemu di restoran jepang Yg dilanjut teleponan wkt LBP di AS Stlh itu Prabowo dideklarasikan.
Rangkaian interaksi dunia maya ini menunjukkan betapa tingginya kepedulian publik terhadap transparansi tata kelola pemerintahan serta rekam jejak dinamika politik di tanah air.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Jadi kita paham sekarang kan, mengapa mereka saling berbagi ketika meraih kekuasaan dan rakyat hanya jadi objek sapi perah yg setiap hari dipajaki penghasilannya. pic.twitter.com/9yw8GyUjZY
— 𝐋𝐈𝐑𝐀 ⁽ᴼᶠᶠⁱᶜⁱᵃˡ⁾ (@LiterasiRakyat) September 2, 2026