Berita, Nasional

[VIRAL] Siaga Diperketat di Jabodetabek, 21.000 Personel TNI Perketat Pengamanan Ring Satu Jakarta Usai Penangkapan Jenderal

Repelita.id

04 November 2026 14:09 WIB

[VIRAL] Siaga Diperketat di Jabodetabek, 21.000 Personel TNI Perketat Pengamanan Ring Satu Jakarta Usai Penangkapan Jenderal
Foto: Istimewa


Repelita Jakarta - Penguatan stabilitas keamanan nasional di wilayah Jabodetabek dilaporkan mengalami peningkatan ketat pasca-terjadinya penahanan terhadap sejumlah perwira tinggi kepolisian beberapa waktu lalu.

ADVERTISEMENT

Peningkatan status kewaspadaan darurat pada kawasan utama pemerintahan tersebut memicu dikeluarkannya instruksi operasional khusus dari jajaran pimpinan lembaga pertahanan serta penegak hukum negara.

Berdasarkan data terkini, sebanyak 21.000 personel dari satuan militer TNI dilaporkan bersiaga penuh guna memperketat penjagaan di sekitar kawasan ring satu siber dan fisik Ibu Kota.

Langkah taktis penyisiran keamanan tersebut dijalankan setelah adanya perintah komando berkode khusus yang dikeluarkan secara serentak oleh jajaran instansi intelijen dan komando militer tertinggi.

Informasi seputar pemberlakuan status siaga ketat serta instruksi operasional rahasia ini sebelumnya diunggah oleh akun @efictetus_ningrat_simbolon_sps pada tanggal 4 November 2026 di linimasa media sosial pribadinya.

Melalui pesan tertulis yang disebarkan kepada publik siber, akun @efictetus_ningrat_simbolon_sps meminta masyarakat untuk senantiasa waspada terhadap situasi pergerakan di lapangan.

Cuitan awal dari pengguna media sosial yang juga mengelola lini bisnis produk digital tersebut tertulis asli berbunyi seperti berikut:

"🚨 INFO TERKINI 🚨 Khusus buat warga threads dijabodetabek, hati hati selalu, ada kegiatan besar pasca penangkapan para jenderal kemaren, status siaga di ring 1 diperketat pagi ini (21.000 personil TNI) berjaga disekitar kita waspada selalu & Jagan mau diadu domba ya, kerja kek biasa aja, jajaran Kementerian Pertahanan, BIN, Kapolri, Panglima, Kasal, Kasad, Kasau sudah mengeluarkan instruksi kode senyap merah untuk menyisir. 🇮🇩 Harga Mati - M3RDEKA 👑"

Unggahan seputar peningkatan status pengamanan siber dan fisik di wilayah Ibu Kota tersebut seketika memicu beragam respons serta keluhan dari para netizen.

Salah satu komentar bernada apatis mengenai kegaduhan politik di tingkat elite pemerintahan dikirim oleh pengguna internet dengan nama akun @sopiansahd.

Melalui ketikan di kolom respons, akun @sopiansahd menyampaikan ulasan kekecewaannya secara lugas terhadap situasi kesejahteraan riil dengan menuliskan pesan asli:

"Bodo amat Gua kelaparan juga mereka gak peduli Mau operasi senyap kek, operasi jantung kek, operasi usus buntu kek gua gak peduli toh yg ribut2 cuma elit doang kita masyarakat kecil tetep kerja dengan gaji yg gak seberapa ini TOT LAH..!!!"

Respons singkat berupa imbauan untuk tetap tenang kemudian diberikan kembali oleh pemilik konten utama melalui akun @efictetus_ningrat_simbolon_sps dengan ketikan kata asli, "Sabar ya".

Sementara itu, ulasan bernada kritik tajam mengenai alokasi anggaran pendapatan negara serta penanganan bencana kabut asap di daerah turut disuarakan oleh akun @chocolatos_yoouuu.

Warganet tersebut menyampaikan keluhannya di dalam kolom diskusi dengan menuliskan ulasan asli panjang yang berbunyi seperti berikut:

"ini data real Pendapatan Pajak Dari Rakyat INDONESIA perbulan Ribuan Triliun sampai pusing ngitung nol nya. PANTAS GAK SAYA BILANG PEMERINTAHAN PRABOWO GIBRAN GAGAL? INFO NIH : - Akan banyak kenaikkan pajak dan banyak tambahan pajak masyarakat kedepannya - Update Penderita ISPA dan Kematian akibat pembakaran Hutan Mengkhawatirkan - Update terbaru pembakaran Hutan Meluas sampa Jogja (Dengan Ribuan Triliun Uang Rakyat tidak bisa Bantu Rakyat ?) mereka malah sibuk HAMBALANG VS SOLO ! TAi !!!"

Ulasan kritik seputar kegagalan tata kelola serta indikasi adanya muatan kepentingan kelompok dari netizen tersebut langsung direspons kembali oleh pemilik akun utama.

Melalui kolom komentar, akun @efictetus_ningrat_simbolon_sps menuliskan pandangan lanjutannya dengan ketikan kalimat asli, "Emang udah GAGAL karena semuanya bermain pada 3 kaki para menteri dan para petinggi TNI POLRI bermain disungai sampai aliran kelaut, jadi semuanya udah busuk".(*)

Editor: 91224 R-ID Elok









TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung