Repelita Jakarta - Sebuah rekaman gambar bergerak yang memperlihatkan testimoni jujur seorang anak sekolah mengenai menu makanan dari program andalan pemerintah pusat mendadak gempar di ruang siber.
ADVERTISEMENT
Unggahan mengenai polemik kualitas sajian konsumsi massal tersebut didistribusikan secara komunal pada hari Senin, 2 November 2026.
Informasi tersebut sebelumnya diunggah oleh akun @corongnetizenindonesia yang memperlihatkan seorang murid tengah menguji kelayakan lauk berupa potongan daging di hadapan lensa perekam.
"SISWA REVIEW DAGING MBG YANG KERAS KAYAK KARET, MALAH DITEROR PEGAWAI SPPG" tulis akun @corongnetizenindonesia pada Senin, 2 November 2026.
Tayangan berdurasi pendek tersebut seketika memanen ratusan opini satire dari masyarakat virtual yang menyaksikan proses pemaparan dari sang pelajar.
Banyak di antara pengguna media sosial yang menyoroti kendala elastisitas masakan hewani itu hingga membandingkannya dengan material otomotif luar ruang.
"Sebuah video seorang pelajar yang mereview menu daging dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) mendadak viral. Dalam video tersebut, siswa itu terlihat mencoba mencicipi daging sambil memberikan ulasan di depan kamera. Namun, video itu justru mengundang beragam komentar kocak dari warganet. Banyak yang menyoroti tekstur daging hingga melontarkan candaan bahwa pelajar itu seperti sedang mengunyah karet ban." lanjut akun @corongnetizenindonesia pada Senin, 2 November 2026.
Kondisi memprihatinkan justru menimpa anak didik tersebut setelah menyuarakan fakta empiris mengenai kondisi masakan yang diterimanya di dalam kelas.
Alih-alih mendapatkan perbaikan mutu hidangan, dirinya disinyalir mendapatkan tindakan intimidasi dari oknum petugas unit pengelolaan setempat.
"Ironisnya, siswa tersebut mendapat teror dari pegawai SPPG karena mereview daging yang dianggap terlalu keras. Meski begitu, video tersebut tetap menjadi perbincangan ramai dan memancing rasa penasaran publik terhadap kualitas menu MBG." tambah akun @corongnetizenindonesia pada Senin, 2 November 2026.
Fenomena penekanan opini individu ini langsung memicu kekecewaan mendalam bagi masyarakat internet yang mendambakan keterbukaan informasi.
Seorang warganet pun menyindir situasi penegakan kebebasan berpendapat di tanah air yang dinilai kian mengkhawatirkan.
"Welcome to Konoha dmn semua org diancam" kritik akun @siong.shen pada Senin, 2 November 2026.
Pengguna media sosial lain turut mendesak pengelola program agar tidak sekadar memamerkan sisi keberhasilan publikasi di media massa saja.
"Jgn cuma enaknya doang yg disebarluaskan🤭 " sindir akun @rafsanr461 pada Senin, 2 November 2026.
Kekesalan komunal juga ditunjukkan oleh warganet lain yang menilai tindakan klarifikasi birokrasi sering kali menutupi kebenaran riil di lapangan.
"Mending gue ajak gelud dah daripada klarifikasi yang jelas² FAKTA" cetus akun @islack25 pada Senin, 2 November 2026.
Hingga kini publik mendesak adanya investigasi menyeluruh terhadap standar operasional SPPG guna menjamin pemenuhan gizi anak bangsa tanpa adanya unsur paksaan.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads