Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tanggapi Belanja BGN Senilai Triliunan Rupiah, @jeromepolin: Duit Pajak Dipakai Sembarangan Secara Terang-terangan

Repelita.id

19 April 2026 20:04 WIB

[VIRAL] Tanggapi Belanja BGN Senilai Triliunan Rupiah, @jeromepolin: Duit Pajak Dipakai Sembarangan Secara Terang-terangan
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Konten kreator Jerome Polin angkat bicara menanggapi belanja Badan Gizi Nasional (BGN) yang mencapai triliunan rupiah untuk barang-barang yang dinilai tidak berkaitan dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"Duit pajak dari hasil kerja keras rakyat dipake sembarangan secara terang-terangan, dan udah diprotes sana sini tetapi ga ada perubahan. Miris banget," tulis Jerome Polin melalui unggahan di akun media sosialnya pada Sabtu, 18 April 2026.

ADVERTISEMENT

Ia menyoroti bahwa BGN membelanjakan anggaran untuk tablet, motor, kaos kaki, hingga semir sepatu senilai triliunan rupiah, seraya mempertanyakan apa kaitannya semua itu dengan pemenuhan gizi masyarakat.

Berdasarkan data dari situs Inaproc, total pengadaan barang dan jasa oleh BGN pada tahun 2025 mencapai Rp6,31 triliun yang terbagi dalam 1.091 paket pengadaan .

Rincian belanja yang menuai kritik antara lain pengadaan motor listrik merek Emmo sebanyak 21.800 unit senilai Rp1,21 triliun, kaos kaki Rp6,9 miliar, semir dan sikat sepatu Rp1,58 miliar, serta jasa event organizer Rp113 miliar .

Pengadaan tablet Samsung Galaxy Tab Active5 juga menjadi sorotan karena harga di e-katalog tercatat Rp17,93 juta per unit, sementara harga pasaran hanya sekitar Rp9 juta .

Publik pun ramai-ramai mengkritik BGN di media sosial, dengan sejumlah warganet menyebut lembaga tersebut sebagai "Badan Gulingkan Negara" karena dinilai menghambur-hamburkan uang pajak .

Kepala BGN Dadan Hindayana membantah tuduhan pemborosan dan mengklaim bahwa setiap pengadaan telah dirancang sesuai kebutuhan serta tidak ada pembelian dalam jumlah besar seperti yang beredar di publik .

Ia menjelaskan bahwa pengadaan laptop di lingkungan BGN hanya sekitar 5.000 unit sepanjang 2025, bukan 32.000 unit seperti yang ramai diperbincangkan .

Terkait kaos kaki, Dadan meluruskan bahwa perlengkapan tersebut merupakan bagian dari kebutuhan peserta program pendidikan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di bawah Universitas Pertahanan, bukan pengadaan BGN .

Mantan Menko Polhukam Mahfud MD juga ikut menyoroti anggaran BGN, membandingkan harga kaos kaki yang disebut mencapai ratusan ribu rupiah per pasang dengan harga pasaran .

"Rakyat kecil itu senang dengan program MBG, tapi anggarannya harus transparan dan akuntabel," ujar Mahfud MD mengkritisi sejumlah pos pengeluaran yang dinilai tidak rasional .

Jerome Polin menegaskan bahwa kritiknya bukan tanpa alasan, melainkan bentuk keprihatinan terhadap penggunaan uang negara yang dinilai tidak tepat sasaran dan berpotensi merugikan rakyat.

Hingga berita ini diturunkan, BGN belum memberikan respons lebih lanjut atas kritik yang dilayangkan oleh Jerome Polin dan berbagai kalangan masyarakat terkait belanja triliunan rupiah tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung