Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tawaran Jadi Interpreter Si Nduut dengan Fee Rp5 Juta Per Jam, Warganet: Tolak, Ga Sudi Nerjemahin Omongan Halu

Repelita.id

18 April 2026 21:45 WIB

[VIRAL] Tawaran Jadi Interpreter Si Nduut dengan Fee Rp5 Juta Per Jam, Warganet: Tolak, Ga Sudi Nerjemahin Omongan Halu
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sebuah unggahan dari akun @tanyarlfes di platform X memicu perdebatan hangat di kalangan warganet dengan pertanyaan kontroversial terkait penolakan terhadap seseorang dan tawaran pekerjaan di SPPG.

Kalian yang anti bgt sm 02 trs posisinya lagi nganggur kalo misal di tawarin kerja di sppg bakal kalian terima apa ngga guys? tulis akun @tanyarlfes dalam unggahannya pada Sabtu, 18 April 2026.

ADVERTISEMENT

Unggahan tersebut langsung mendapat respons dari berbagai pengguna X, salah satunya dari akun @sisthaaaaa yang mengaku pernah ditawari menjadi interpreter atau juru bahasa.

Pernah ditawarin jadi interpreternya si ndut dengan fee yang lumayan, perjamnya di atas 5 juta IDR, tulis @sisthaaaaa dalam balasannya.

Tentu saja kutolak, ga sudi kali aku nerjemahin omongan halu dia, tegas akun @sisthaaaaa yang memilih menolak tawaran tersebut meskipun dengan imbalan finansial yang fantastis.

Sebagai informasi, interpreter atau juru bahasa adalah profesional yang menerjemahkan bahasa secara lisan dari satu bahasa ke bahasa lain secara langsung dalam komunikasi dua arah.

Mereka dituntut untuk memahami konteks, intonasi, dan budaya pembicara, bukan hanya sekadar menerjemahkan kata per kata dari pembicaraan yang disampaikan.

Profesi ini membutuhkan kemampuan bahasa asing yang mahir, pendengaran yang tajam, konsentrasi tinggi, serta pemahaman mendalam tentang lintas budaya.

Di Indonesia, seorang interpreter bersertifikat dengan kemampuan luar biasa dapat memperoleh tarif fantastis seperti yang disebutkan dalam unggahan akun @sisthaaaaa tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung