Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tere Liye Sindir Belanja MBG dan SPPI: Semir Rp1,25 M, Kaos Kaki Rp100 Ribu per Pasang, 4 Hari Kerja Presiden 1 Hari di LN, Fantastis

Repelita.id

19 April 2026 20:36 WIB

[VIRAL] Tere Liye Sindir Belanja MBG dan SPPI: Semir Rp1,25 M, Kaos Kaki Rp100 Ribu per Pasang, 4 Hari Kerja Presiden 1 Hari di LN, Fantastis
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Penulis Tere Liye menyoroti belanja besar-besaran yang dilakukan pemerintah untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan program Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

MBG kalau soal beli, beli, beli mah jagooo, tulis Tere Liye dalam unggahannya pada Minggu, 19 April 2026, mengkritisi gelontoran anggaran yang dinilainya tidak proporsional.

ADVERTISEMENT

Ia mengungkapkan bahwa program SPPI yang pesertanya dididik di Universitas Pertahanan mendapat kelengkapan lapangan berupa semir sepatu senilai Rp1,25 miliar dan sikat semir senilai Rp272 juta, dengan total Rp1,52 miliar.

Selain itu, Tere Liye merinci belanja lain untuk program tersebut antara lain kaos dalam Rp4,5 miliar, ikat pinggang Rp5 miliar, handuk Rp3,7 miliar, dan kaos kaki Rp6,9 miliar dengan harga sekitar Rp100 ribu per pasang.

Ia juga menyebut belanja seragam dan pakaian dinas mencapai Rp225,1 miliar, seragam taktikal Rp158,8 miliar, ransel Rp15,17 miliar, sweater Rp14,64 miliar, serta tablet senilai Rp500 miliar dengan harga sekitar Rp17 juta per unit.

Di tengah efisiensi, tentu bisa dimaklumi negara mengeluarkan uang untuk hal-hal begini demi MBG juga KMP, dua proyek ini tidak bisa dihentikan, tulis Tere Liye dengan nada sinis.

Penulis novel tersebut juga menyoroti frekuensi perjalanan dinas Presiden Prabowo Subianto ke luar negeri yang dinilainya sangat tinggi.

Empat hari dia kerja, satu hari dia ada di LN, fantastis, ujar Tere Liye mengkritisi kegiatan jalan-jalan Presiden yang menurutnya sudah mencapai 25 persen dari total waktu kerjanya.

Ia menegaskan bahwa belanja-belanja besar untuk MBG dan program lainnya terjadi di saat pemerintah sedang gencar menggalakkan efisiensi anggaran di berbagai sektor.

Kritik pedas Tere Liye ini menjadi viral di media sosial dan memicu perdebatan publik mengenai prioritas penggunaan uang negara di tengah keterbatasan fiskal yang ada.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung