Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] Tiga Santriwati Tertabrak Mobil Kopdes Merah Putih di Indramayu

Repelita.id

13 April 2026 22:17 WIB

[VIRAL] Tiga Santriwati Tertabrak Mobil Kopdes Merah Putih di Indramayu
Foto: Istimewa

Repelita Indramayu - Tiga santriwati Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, terluka setelah tertabrak mobil pikap operasional Koperasi Desa Merah Putih saat berjalan kaki dalam kegiatan olahraga pagi pada Minggu (12/4/2026) sekitar pukul 06.30 WIB.

Ketiga korban yang masih menjalani perawatan intensif di RSUD Indramayu diketahui berinisial AAM (13), WH (13), dan DT (13), terdiri dari dua siswi tingkat SMP dan satu siswi tingkat madrasah aliyah.

ADVERTISEMENT

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya MT Haryono, Desa Dermayu, Kecamatan Indramayu, ketika para santriwati berjalan beriringan di bahu jalan menuju Alun-alun Indramayu.

Dari arah belakang, sebuah mobil pikap merek mHawk tiba-tiba menyeruduk rombongan, menyebabkan tiga santriwati tersungkur dan mengalami luka-luka.

Kapolsek Sindang AKP Karnala mengatakan dugaan sementara kecelakaan dipicu faktor kelalaian pengemudi karena sopir diduga dalam kondisi mengantuk.

"Lokasi kejadian di Jalan MT Haryono, Desa Dermayu. Dugaan awal karena sopir mengantuk," ujarnya pada Senin (13/4/2026).

Pengurus Pondok Pesantren Al-Urwatul Wutsqo Ardi menyampaikan bahwa kondisi para santriwati masih dalam pemantauan tim medis.

"Saat ini masih dirawat di rumah sakit. Kami masih menunggu hasil pemeriksaan dokter," kata Ardi.

Salah satu korban dilaporkan mengalami keluhan muntah saat terbangun dari tidur dan masih menunggu hasil pemeriksaan CT scan.

Polisi telah mengamankan kendaraan yang terlibat kecelakaan beserta pengemudinya bernama Purnama (51), warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara.

Mobil tersebut diketahui merupakan kendaraan operasional baru yang akan digunakan untuk kegiatan koperasi di wilayah Blitar, Jawa Timur.

Saat dimintai keterangan di Mapolsek Sindang, Purnama mengakui dirinya dalam kondisi mengantuk ketika mengemudi karena berangkat dari Jakarta sekitar pukul 01.00 WIB dan melakukan perjalanan jauh menuju Blitar.

“Ngantuk, berangkat dari Jakarta dini hari,” ujarnya.

Purnama menuturkan bahwa kendaraan yang dikemudikannya melaju dengan kecepatan relatif rendah sekitar 20 kilometer per jam, terlihat dari kondisi kendaraan yang tidak mengalami kerusakan berat.

Selain faktor kelelahan, Purnama juga mengakui sempat keliru mengambil jalur karena seharusnya berbelok di pertigaan Terminal Sindang menuju arah Bunderan Mangga tetapi justru melaju lurus ke arah Desa Terusan.

“Harusnya belok, tapi saya lurus karena ngantuk,” katanya.

Purnama menyatakan telah melaporkan insiden tersebut kepada pihak perusahaan dan memastikan akan bertanggung jawab atas kejadian yang menimpa para korban.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung