Berita, Viral Sosmed

[VIRAL] TKW Indramayu Disekap dan Disiksa di China Usai Jadi Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan

Repelita.id

12 May 2026 23:56 WIB

[VIRAL]  TKW Indramayu Disekap dan Disiksa di China Usai Jadi Korban TPPO Modus Pengantin Pesanan
Foto: Istimewa

Repelita Indramayu - Seorang perempuan muda bernama Kusnia yang berasal dari Desa Jambak di wilayah Jawa Barat sedang mengalami nasib yang sangat memilukan akibat terjebak dalam sindikat perdagangan manusia di luar negeri.

Korban yang baru menginjak usia dua puluh satu tahun tersebut saat ini dilaporkan tengah hidup terlantar di wilayah China setelah menjadi korban penipuan bermodus pernikahan pesanan lintas negara.

ADVERTISEMENT

Melalui tayangan rekaman video yang dikirimkan kepada otoritas di tanah air, dirinya memohon bantuan mendesak kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi serta instansi pemerintah pusat agar dapat segera difasilitasi untuk pulang.

Kejadian tragis ini bermula saat dua orang oknum warga Indonesia memberikan iming-iming berupa tawaran pekerjaan di sebuah rumah makan dengan gaji yang sangat menggiurkan di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Begitu tiba di lokasi tujuan, janji untuk bekerja secara layak ternyata hanyalah sebuah tipu daya belaka karena Kusnia justru dipaksa untuk melangsungkan pernikahan dengan seorang pria warga lokal setempat secara paksa.

Dalam laporan resmi pihak keluarga yang dirilis pada Selasa, 12 Mei 2026, terungkap adanya ketidaksesuaian nilai uang yang dijanjikan oleh para perekrut ilegal yang memberangkatkan korban ke luar negeri tersebut.

"Awalnya dijanjikan kerja restoran, tapi malah dinikahkan. Katanya ada uang mahar Rp400 juta, tapi kenyataannya korban hanya diberi Rp20 juta," bunyi pernyataan tertulis dari keluarga yang mencoba mencari keadilan bagi putri mereka.

Penderitaan yang dialami Kusnia semakin berat karena ia mengaku sering mendapatkan tindakan kekerasan fisik maupun pelecehan seksual selama tinggal bersama pria yang membelinya melalui perantara sindikat perdagangan orang tersebut.

Segala bentuk penolakan terhadap keinginan pria tersebut akan berujung pada penganiayaan fisik yang mengakibatkan kondisi kesehatan mental dan fisik korban kini berada dalam keadaan yang sangat memprihatinkan di sana.

Informasi terkini menyebutkan bahwa keberadaan Kusnia saat ini terdeteksi di sebuah fasilitas panti jompo yang terletak di kawasan Anhui dengan kondisi hidup yang hanya bergantung pada belas kasihan para penjaga setempat.

Di kediamannya yang sederhana di wilayah Indramayu, sang ibunda yang bernama Darkem tidak mampu membendung air mata kesedihan sambil terus memandangi potret wajah anaknya yang kini terpisah jarak ribuan kilometer.

Sambil terisak, Darkem menyampaikan keluh kesah serta harapannya kepada para pemimpin bangsa agar bersedia menolong keluarganya yang tidak memiliki kemampuan finansial untuk menjemput anaknya yang sedang menderita di luar negeri.

"Anak saya sering telepon sambil nangis, cerita disiksa di sana. Saya mohon kepada pemerintah, tolong pulangkan anak saya. Kami orang kecil tidak punya biaya," ujar Darkem dengan nada suara yang terbata-bata menahan kesedihan.

Keluarga besar korban sangat menaruh harapan tinggi kepada Kementerian Luar Negeri serta KBRI yang ada di China untuk melakukan upaya diplomasi khusus guna menyelamatkan nyawa Kusnia dari cengkeraman penderitaan.

Kasus ini kini mulai menarik perhatian serius dari berbagai kalangan aktivis buruh migran serta aparat desa setempat yang berkomitmen untuk memproses hukum para perekrut ilegal yang berada di wilayah Indonesia.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung