Repelita Jakarta - Akun YouTube Topi Merah secara tegas menyatakan bahwa lembar pengesahan skripsi milik Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) palsu atau telah direkayasa.
Narasi yang diklaim oleh akun tersebut berfokus pada analisis teknis format dokumen skripsi yang dianggap tidak mungkin dibuat pada tahun 1985.
ADVERTISEMENT
Topi Merah mengklaim bahwa format skripsi tersebut menggunakan fitur rata tengah yang terlalu sempurna untuk ukuran mesin tik tahun 1985.
Selain itu penggunaan huruf tebal atau bold dan jenis font Times New Roman dinilai sebagai produk teknologi pengolah kata modern seperti Microsoft Word.
Padahal pada tahun 1985 teknologi tersebut belum ada atau tidak lazim digunakan dalam pengetikan skripsi di Indonesia.
Sorotan lain juga tertuju pada tidak adanya tanggal pengesahan atau tanda tangan pada salinan lembar pengesahan yang beredar di publik.
Pihak Topi Merah secara terbuka menantang para ahli dari Universitas Gadjah Mada untuk melakukan debat ilmiah.
Tujuannya adalah untuk membuktikan secara bersama keaslian dokumen skripsi yang menjadi polemik tersebut.
Akun @ak7delapan menuliskan bahwa kasus ini menarik karena menjadi ajang pembuktian ilmiah dan uji integritas dari berbagai bidang ilmu.
"Menarik nya kasus ini, jadi ajang pembuktian ilmiah, uji integritas juga kali ya… dr berbagai bidang ilmu… Pesannya : Jd klo ada yg gak sepaham debatlah secara ilmiah.." tulisnya.
Akun @Sentotbi menuliskan sindiran bahwa kebohongan akan menghasilkan generasi bohong pula.
"Nah…. Kan… Kebohongan akan menghasilkan juga generasi bohong pula… Ini contohnya…" tulisnya.
Akun @dwi_irawansanto meminta Dokter Tifa untuk merekrut anak muda menjadi tim ahli.
Akun @agus6074 menulis dengan huruf kapital semua bahwa hingga kini pemilik ijazah belum juga membuktikan keasliannya.
"REUNI UDAH, LAPOR UDAH ,MENJARAKAN ORANG UDAH, NGUNDANG DOSEN PEMBIMBING UDAH, DLL. BELUM JUGA MEMBUAT IJAZAHNYA ASLI….." tulisnya.
Akun @6ur3ckv4n8345 menyebut bahwa penelitian harus dibantah dengan penelitian bukan dengan kriminalisasi.
Ia juga menyertakan tagar Usut Kejahatan Jokowi di akhir cuitannya.
Akun @omKok12 meremehkan kemampuan tim pembela Jokowi dalam membuktikan keaslian skripsi tersebut.
"Termul gak bakalan bisa buktikan keasliannya. Bagi mereka yng penting asal njeplak meaki gak pakai otak," tulisnya.
Akun @AbuNabiqi16258 hanya menuliskan dua kata singkat untuk memuji akun Topi Merah.
"Keren Topi Merah. 👍," tulisnya.
Akun @BalimbingJ hanya menuliskan satu kata yang menggambarkan keterkejutan.
"Waduhhh," tulisnya.
Seluruh komentar tersebut muncul dalam rentang waktu 4 hingga 22 jam sebelum berita ini diturunkan pada tanggal 4 Mei 2026.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Penelitian Bantah Dengan Penelitian Bukan Dengan Kriminalisasi#UsutKejahatanJokowi #UsutKejahatanJokowi pic.twitter.com/ZuFC5Iol64
— Vanbureck83 (@6ur3ckv4n8345) May 3, 2026