Repelita [Jakarta] - Unggahan akademisi Denny Indrayana di jejaring sosial Threads mendadak memicu kehebohan netizen setelah membagikan kabar mengenai pengunduran diri seorang pejabat wakil presiden.
Dalam konten media sosialnya, Denny Indrayana menyebutkan bahwa surat pengajuan pengunduran diri tersebut dilayangkan pada akhir Agustus dan baru akan berlaku efektif pada awal September.
ADVERTISEMENT
@dennyindrayana99 (Diunggah 28 Agustus 2026):
WAPRES MUNDUR
Akhirnya Wapres memutuskan mundur. Surat pengunduran dirinya tanggal 25 Agustus dan efektif per tanggal 6 September 2026.
Bagaimana jelasnya? Silakan tonton tuntas videonya.
Salam Integritas!
Unggahan dengan narasi yang menggantung itu pun langsung dibanjiri beragam tanggapan dari para pengguna media sosial yang memadati kolom komentar.
Sejumlah pengguna media sosial memberikan respons emosional sebelum menyimak isi detail dari rekaman video yang dibagikan.
@memo_26z: "Kalo betul, saya mau sujud sukur, sedekah anak yatim dan puasa."
@suwanto6876: "Wakilnya mundur yang diwakilin dipaksa mundur 👍 Soon 👍"
Kehebohan warganet tersebut akhirnya mereda setelah beberapa pengguna Threads lainnya mengklarifikasi sosok wakil presiden yang dimaksud dalam rekaman video tersebut.
Ternyata sosok yang mengundurkan diri bukanlah pejabat publik di dalam negeri, melainkan pejabat dari negara Tanzania.
@simawalisi: "Ternyata yang mengundurkan diri adalah Wapres Tanzania."
@dexter7hd: "Yg diserang wapres tanpa nyerang presiden, harus dicurigai,"
@santozbagasaditya: "Ga percaya sama omongan maling."
Perdebatan sengit antar-pengguna media sosial pun tidak terhindarkan ketika membahas sosok serta rekam jejak mantan Wakil Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tersebut.
@ngalor523: "Weh....termul lucu !! Kalo prof Denny terakui kecerdasanya..jelas asal usul akademisinya..jd ngak ngefek tuduhan kaum termul"
@santozbagasaditya: "Korupsi nya ya jagoan..."
Fenomena netizen yang kerap terburu-buru menarik kesimpulan tanpa melihat isi video secara utuh juga menjadi sasaran sindiran dari warganet lainnya.
@harusgantinama: "Nonton video dulu ❎ Bacain komen dulu ✅ ▫️▫️▫️ 👻👻👻"
@ianrif: "Begitulah diriku 😄😄😁😁"
Dinamika komentar pada unggahan ini memperlihatkan bagaimana sebuah narasi di ruang digital dapat dengan mudah memicu salah tafsir publik apabila masyarakat tidak mencermati informasi secara menyeluruh. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads