Berita, Peristiwa

[VIRAL] Video Ormas Kuasai Perlintasan KA Ampera, Dedi Mulyadi Murka: Tindak Tegas!

Repelita.id

01 May 2026 23:26 WIB

[VIRAL] Video Ormas Kuasai Perlintasan KA Ampera, Dedi Mulyadi Murka: Tindak Tegas!
Foto: Istimewa

Repelita Bekasi - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara tegas akan menindak organisasi masyarakat yang menguasai Perlintasan Kereta Api sebidang di Bekasi Timur, Bekasi, yang dikenal dengan nama Perlintasan Ampera.

Meskipun ultimatum sudah disampaikan oleh kepala daerah, perlintasan tersebut kini kembali dikuasai oleh oknum ormas seperti terlihat dalam sebuah video viral yang diunggah akun Instagram @fakta.indo pada Jumat (1/5/2026).

ADVERTISEMENT

Dalam rekaman video tersebut, tampak sejumlah pria berpakaian bebas dengan santai menjaga perlintasan KA Ampera dari kedua sisi jalan.

Mereka berjaga di area yang kini sudah dilengkapi oleh pihak PT Kereta Api Indonesia dengan palang besi sementara sebagai upaya pengamanan darurat.

Besar dugaan dari warga sekitar bahwa para pria tersebut meminta uang secara ilegal dari pengendara bermotor yang hendak melintasi rel kereta api.

"Perlintasan kereta api di Jalan Ampera, Bekasi Timur, yang sempat dijaga petugas Dinas Perhubungan pasca tragedi kecelakaan, dilaporkan kembali dikuasai kelompok organisasi kemasyarakatan pada Kamis (30/4/2026) pagi," tulis admin @fakta.indo dalam keterangan unggahannya.

"Warga menyoroti penolakan pemasangan palang pintu otomatis oleh oknum tertentu, yang diduga berkaitan dengan praktik pungutan terhadap pengendara yang melintas," tambahnya menjelaskan akar permasalahan di lapangan.

Video tersebut dengan cepat viral di berbagai platform media sosial dan memicu beragam komentar dari masyarakat yang gerah dengan praktik premanisme.

Akun @supar_disobo menulis dengan nada sinis, "Karena KB gagal di konoha jadi terus melahirkan generasi tidak berguna, cuma jadi preman, ormas yg kerjanya pungli dan meresahkan!"

Akun @raflyalfadilah hanya menulis singkat, "emang sebatas formalitas saja!"

Akun @erditanto_dito mempertanyakan kinerja dinas terkait dengan tulisan, "Banyak kerjaan @dishubbekasikota ??"

Akun @masboen bertanya polos, "ormas yg ikhlas ada ga sih"

Akun @vickymfhrzl menulis, "foto buat laporan doang abis tuh balik, udah biasa"

Akun @chrissetyo memberikan definisi sinis, "Ormas = organisasi preman masyarakat"

Akun @butterflion78 menulis, "Parkiran ormas, jalur kritikal juga ormas, negara kalah sama ormas @divisihumaspolri @prabowo"

Akun @muhamad_wasisto mempertanyakan efektivitas aparat dengan tulisan, "Kalah sama ormas, lantas kerjanya apakah efektif?"

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang akrab disapa Kang Dedi Mulyadi mengaku geram begitu mengetahui ada ormas yang menguasai perlintasan KA sebidang.

"Tindak tegas ormasnya! Tidak boleh ada yang menguasai sesuatu yang bukan haknya di Jawa Barat," tegas gubernur dalam pernyataannya beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan bahwa proses pembangunan flyover di kawasan Bekasi kini tengah memasuki tahap penyempurnaan Detailed Engineering Design.

Jika anggaran telah tersedia, proyek infrastruktur tersebut akan segera masuk ke tahap lelang dan pelaksanaan konstruksi di lapangan.

KDM berharap tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur menjadi yang terakhir dan menjadi momentum pembenahan infrastruktur transportasi secara menyeluruh.

"Saya menyampaikan duka mendalam. Semoga ini menjadi peristiwa terakhir, dan seluruh kelalaian dalam penataan infrastruktur harus segera dibenahi," jelasnya.

Bersamaan dengan itu, dirinya mendorong investigasi mendalam oleh pihak berwenang terkait insiden kecelakaan kereta api yang menewaskan belasan orang tersebut.

"Investigasi harus dilakukan dengan baik sehingga di Indonesia tidak boleh ada lagi kecelakaan kendaraan angkutan massal atau transportasi publik yang menyebabkan korban jiwa," kata KDM saat mendatangi rumah duka Nurlaela (40), seorang guru SD korban meninggal kecelakaan kereta di Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi pada Selasa (28/4/2026).

KDM menegaskan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi dan ditangani bersama, salah satunya adalah perlintasan kereta api tidak resmi tanpa palang pintu otomatis.

"Kita semua harus secara bersama-sama menyelesaikan problem kecelakaan termasuk palang pintu yang tidak resmi, banyak perlintasan tidak resmi tidak menggunakan palang pintu keselamatan kereta api," kata KDM.

Sementara itu, PT Kereta Api Indonesia Daop 1 Jakarta memberikan penjelasan terkait pemasangan palang pintu sementara di perlintasan sebidang JPL 86 atau Perlintasan KA Ampera pada tanggal 29 April 2026.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyampaikan bahwa pemasangan palang darurat tersebut merupakan upaya awal sekaligus langkah proaktif dalam rangka peningkatan keselamatan di perlintasan sebidang tersebut.

"Pemasangan palang pintu sementara ini merupakan langkah awal sebagai bentuk upaya peningkatan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan," ujar Franoto pada Jumat (1/5/2026).

Ia menegaskan bahwa fasilitas yang terpasang saat ini bersifat sementara dan belum merupakan palang pintu perlintasan resmi sesuai standar keselamatan.

"Perlu kami sampaikan bahwa yang terpasang saat ini adalah palang pintu sementara, bukan palang pintu perlintasan resmi. Ini merupakan bagian dari tahap awal peningkatan keselamatan," jelasnya.

Lebih lanjut, palang pintu sementara ini disiapkan untuk dapat dijaga melalui swadaya masyarakat setempat yang berkoordinasi dengan pihak kelurahan.

Dalam kondisi tidak terdapat penjagaan, maka palang pintu tersebut harus dalam posisi tertutup sebagai bentuk pengamanan demi keselamatan perjalanan kereta api.

KAI menegaskan bahwa aspek penjagaan menjadi faktor krusial dalam pengoperasian perlintasan sebidang yang aman bagi semua pihak.

"Apabila perlintasan JPL 86 di Jalan Ampera ini tidak dapat dijaga secara penuh selama 24 jam setiap hari, maka demi keselamatan bersama, KAI akan mengambil langkah tegas dengan melakukan penutupan perlintasan tersebut, karena kondisi tanpa penjagaan sangat membahayakan perjalanan kereta api maupun masyarakat," tegas Franoto.

Franoto juga menyampaikan bahwa pemasangan palang pintu sementara ini telah melalui koordinasi intensif dengan Dinas Perhubungan Kota Bekasi serta Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

Ke depan, KAI akan terus berkoordinasi serta mendorong para pemangku kepentingan, baik instansi pemerintah pusat maupun daerah, untuk menentukan solusi penanganan permanen.

Solusi permanen yang dimaksud antara lain melalui pembangunan perlintasan tidak sebidang seperti flyover atau underpass yang lebih aman bagi seluruh pengguna jalan.

KAI Daop 1 Jakarta mengimbau masyarakat untuk selalu mengutamakan keselamatan perjalanan kereta api serta meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang.

Langkah yang harus dilakukan adalah berhenti sejenak, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintas.

Hal ini wajib dilakukan baik pada perlintasan yang terjaga maupun tidak terjaga oleh petugas.

"KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api sebagai prioritas utama dalam operasional," jelas Franoto menegaskan komitmen perusahaan.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung