Repelita Jakarta - Wacana Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa soal pemajakan kapal asing di Selat Malaka mendapat kecaman keras dari warganet di media sosial.
Akun X @txtfromIR misalnya menyindir bahwa pejabat seharusnya tidak asbun atau asal bunuh meskipun itu hanya bercandaan.
ADVERTISEMENT
"Pentingnya pejabat kaga asbun atau lempar statement yang enggak2 sekalipun itu bercandaan. Efeknya gak main-main bro…" tulis @txtfromIR pada postingan Kamis (23/4/2026).
Warganet lainnya menyebut pernyataan Purbaya tidak berkualitas dan tidak berwawasan luas.
"Menteri kok kualitas omongannya ga berkualitas dan ga berwawasan luas begini," sindir akun lain menanggapi ide kontroversial tersebut.
Tak sedikit yang menyebut Purbaya sebaiknya fokus mengurus pekerjaannya yang belum beres daripada panaskan hubungan dengan negara tetangga.
"Purbacot ini urusin kerjanya sendiri aja ga beres mau ngurusin soal geopolitik lagi," tulis seorang netizen dengan nada kesal.
"Jangan buat panas negara malaka dengan ucapan asbun ente," sambungnya merujuk pada Selat Malaka.
Warganet juga menyoroti bahwa ide pajak ala Iran di Selat Hormuz tidak relevan diterapkan di Selat Malaka yang statusnya berbeda.
"Jangan bikin malu Indonesia di mata dunia, ini bukan urusan lo doang Purbaya," tulis akun lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, gelombang kritik dari publik maya masih terus mengalir di berbagai platform media sosial.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok
Menkeu Asbun
— Abul Muzaffar (@abulmuzaffar10) April 23, 2026
Bercanda atau tidak, ini fatal.
Pejabat itu mulutnya sakti. Lu salah ngomong, semuanya bergejolak.
Plus, jangan coba-coba undang superpower buat ngobok2 negara kita lah.
Ini masa-masa sensitif nih. https://t.co/kqZ19xn5dY
Pentingnya pejabat kaga asbun atau lempar statement yang enggak2 sekalipun itu bercandaan. Efeknya gak main-main bro... https://t.co/6OXX6UCyD6
— HI Kuning 🟡 (@txtfromIR) April 23, 2026