Berita, Viral Sosmed

[VIRAL]Guru Naik Sepeda Demi Efisiensi, Ketemu Puluhan Ribu Motor MBG: Aku Juga Mau Motor Pak Presiden

Repelita.id

12 April 2026 20:17 WIB

[VIRAL]Guru Naik Sepeda Demi Efisiensi, Ketemu Puluhan Ribu Motor MBG: Aku Juga Mau Motor Pak Presiden
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Seorang guru sekolah dasar mencurahkan keluhannya melalui media sosial terkait kebijakan efisiensi bahan bakar minyak yang mendorong penggunaan sepeda, di mana curhatan itu menjadi perhatian setelah disandingkan dengan kabar pengadaan motor listrik untuk operasional program Makan Bergizi Gratis.

Unggahan tersebut dibagikan oleh akun Instagram @fahzenr dan memperlihatkan video seorang guru yang berangkat ke sekolah menggunakan sepeda dengan narasi yang menyindir kebijakan efisiensi di tengah isu pembagian motor listrik.

ADVERTISEMENT

“Berangkat sekolah naik sepeda demi efisiensi anggaran, tapi di jalan ketemu puluhan ribu motor MBG,” demikian tulisan sang guru dalam video tersebut.

Pada bagian lain video juga tertulis, “Guru disuruh jalan kaki atau naik sepeda, tapi ada yang bagi-bagi motor.”

Ia pun secara langsung meminta kepada Presiden Prabowo Subianto agar pembagian motor listrik itu juga menyasar para guru di seluruh Indonesia.

“Aku juga mau motor Pak Presiden,” tukasnya.

Unggahan itu langsung memicu beragam tanggapan dari warganet, di mana sebagian menganggap kondisi tersebut sebagai ironi sementara lainnya menyoroti prioritas kebijakan pemerintah yang dinilai timpang.

“Gausah sok menye menye nyinggung ya pak, Gaji kami dipotong pajak dan bulanan untuk motor itu ya," kata salah seorang warganet dalam kolom komentar.

Komentar lain juga menyinggung kondisi tenaga pendidik dengan menyebut ironi di negeri sendiri namun tetap memberikan semangat kepada guru tersebut.

“Ironi di negeri sendiri, semangat pak guru!! Saldo pahala dari Alloh tidak akan tertukar," tulis pengguna lainnya.

Ada pula warganet yang mengaitkan dengan kondisi program MBG di lapangan yang dinilai tidak sesuai dengan informasi gizi dan nilai harga setiap menu.

“Saya penerima MBG Busui dan kalian tau? semua yang terhidang sangat berbeda dengan informasi gizi dan nilai harga masing masing menu. sebatas katanya di lembar informasi bakso 5 biji yang diterima 3 biji aja udah tau gimana cara kerja orang orang MBG," ucapnya.

"Saya yakin ini program yang sangat baik terutama untuk Bumil, Balita, dan Busui tapi maaf tolong banget jangan dikorupsi. negara ini butuh banyak dana untuk perbaikan banyak sektor,” tambah warganet tersebut.

Curhatan guru tersebut ramai diperbincangkan karena muncul bersamaan dengan isu pengadaan motor listrik untuk operasional dapur MBG yang memunculkan perbandingan antara kebijakan efisiensi dengan pengadaan kendaraan operasional program kesayangan pemerintah.

Sejumlah warganet melihat kondisi tersebut sebagai bentuk ketimpangan kebijakan di mana pemerintah dinilai tidak menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas.

“Pemerintah bukan ga bisa menyejahterakan guru dan tenaga pendidik, cuma emang bukan prioritasnya saja,” tulis komentar lainnya.

Menanggapi viralnya video gudang berisi deretan sepeda motor berlogo BGN, Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memberikan penjelasan bahwa kendaraan tersebut memang disiapkan untuk mendukung operasional program MBG.

"Pengadaan motor ini memang masuk dalam anggaran 2025. Fungsinya untuk mendukung operasional Kepala SPPG," ucap Dadan dalam keterangan tertulisnya.

Dadan menjelaskan bahwa sepeda motor tersebut hingga kini belum dibagikan karena masih harus melalui proses administrasi sebelum digunakan secara resmi.

"Motor tersebut belum dibagikan. Setelah seluruhnya lengkap, akan dicatat terlebih dahulu sebagai BMN sebelum didistribusikan," Dadan menuturkan.

Ia menambahkan bahwa pengadaan motor listrik tersebut dilakukan secara bertahap sejak Desember 2025 dan proses realisasi pun belum sepenuhnya rampung.

Dalam klarifikasinya, Dadan juga membantah informasi yang menyebut jumlah pengadaan mencapai 70.000 unit dengan menegaskan angka tersebut tidak sesuai dengan data yang ada.

"Informasi 70.000 unit itu tidak benar. Realisasi total motor listrik sebanyak 21.801 unit dari 25.000 unit yang dipesan di tahun 2025," imbuhnya.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi dan menyebut pengadaan kendaraan tersebut merupakan bagian dari upaya mendukung kelancaran pelaksanaan Program MBG di berbagai daerah.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung