Berita, Internasional

Wabah Pes di Rusia Meluas, Lima Fasilitas Medis Di-lockdown, 200 Warga Jalani Pengawasan Ketat

Repelita.id

05 October 2026 14:18 WIB

Wabah Pes di Rusia Meluas, Lima Fasilitas Medis Di-lockdown, 200 Warga Jalani Pengawasan Ketat
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Kasus kematian seorang pasien akibat infeksi bakteri menular wabah pes di wilayah Federasi Rusia memicu kekhawatiran global mengenai potensi penyebaran epidemi gelombang baru.

Pemerintah setempat segera menerapkan tindakan karantina wilayah secara ketat pada sejumlah infrastruktur kesehatan guna membatasi pergerakan penularan virus berbahaya tersebut.

ADVERTISEMENT

Sebanyak dua ratus orang warga yang terdata pernah melakukan interaksi fisik secara langsung dengan korban kini ditempatkan di bawah pengawasan ketat tim dokter.

Keterangan mengenai situasi darurat kesehatan internasional ini disebarkan melalui jagat maya oleh akun media sosial @yapology__ pada tanggal 4 Oktober 2026.

Melalui narasi tertulisnya pengunggah mengimbau masyarakat luas untuk waspada serta menunda rencana perjalanan luar negeri guna menghindari paparan patogen mematikan.

Akun @yapology__ menuliskan kepanikan awal berupa "😭YA TUHANNNN PANDEMI 2 IS COMING! SIAP2 LOCKDOWN LAGI! Seorang perempuan dilaporkan meninggal akibat penyakit pes (plague) di Rusia. Sekitar 200 orang yg pernah kontak dengannya sedang dalam pengawasan medis, dan fasilitas terkait dikunci sementara. Katanya ini penyebaran lebih akan massive dan cepat menyebar dari copid 19. Apakah ini “PLANDEMI” lagi yg di gunakan utk memusnahkan kita. sudahlah hidup berat, kita pun akan di vaksin dan buat sakit lagi. SIAP2! JANGAN TRAVEL KE LN DULU" di halaman digital.

Dua unit rumah sakit umum di wilayah kota Irkutsk dilaporkan ikut ditutup secara total oleh otoritas berwenang setelah terjadinya insiden paparan kontaminasi tidak sengaja.

Peristiwa kontaminasi fatal jenis penularan paru-paru atau pes pneumonik tersebut bersumber dari aktivitas penelitian kedokteran di dalam sebuah laboratorium biologis lokal.

Melalui pembaruan informasi yang dikirimkan pada tanggal 5 Oktober 2026 pemilik akun menjelaskan penambahan kuantitas infrastruktur medis yang diisolasi oleh pemerintah.

Akun @yapology__ menuliskan laporan data rincian lokasi yaitu "Update hari ini : Dua rumah sakit lagi di Irkutsk, Rusia, telah diberlakukan karantina ketat setelah terjadi paparan tidak sengaja yang dikaitkan dengan kasus fatal wabah pes pneumonik (pneumonic plague) di sebuah laboratorium biologis. dg tambahan ini, total ada 5 fasilitas medis yg di-lockdown di wilayah tsb. Daftar fasilitas yg di-lockdown: * RS Klinis Kota Irkutsk No. 1 * RS Kota Irkutsk No. 3 * RS Klinis Kota Irkutsk No. 10 * Klinis Anak Ivano-Matreninskaya * RA Bersalin Irkutsk" melalui kolom komentar.

Kebijakan isolasi ketat tersebut kini secara akumulatif telah menjangkau lima titik pusat layanan kesehatan utama di dalam kawasan perkotaan tersebut.

Daftar fasilitas yang ditutup mencakup RS Klinis Kota Irkutsk Nomor 1, RS Kota Irkutsk Nomor 3, serta RS Klinis Kota Irkutsk Nomor 10.

Selain itu pembatasan operasional juga menyasar infrastruktur medis khusus anak Ivano-Matreninskaya hingga gedung Rumah Asih Bersalin wilayah Irkutsk.

Munculnya ancaman krisis kesehatan baru ini segera memicu adanya gelombang kepasrahan emosional dari kalangan masyarakat pengguna media sosial dalam menyikapi kondisi dunia.

Akun @hapzza26 menuliskan ulasan rasa lelah psikologis persis berbentuk "Hadeeh.. capek banget hidup di akhir jaman ada aja rencana buat basmi manusia. Covid, influenza A, skrg plague 😐😑 capek tauk, knp gabisa hidup damai aja sih" di kolom tanggapan internet.

Hingga saat ini otoritas medis internasional dilaporkan masih berupaya keras melokalisasi episentrum penularan guna mencegah terjadinya penyebaran yang lebih masif.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

View on Threads

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung