Repelita Jakarta - Wacana wajib militer yang dikaitkan dengan DPR memicu sorotan dari pengguna media sosial karena dinilai berpotensi mengambil masa produktif masyarakat.
Pada 5 Oktober 2026, akun Threads @haqiaal mempertanyakan urgensi penerapan wajib militer di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang disebut masih menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari.
ADVERTISEMENT
“DPR usul wajib militer??? Ini beneran semuanya mau dimiliterkan?? Kalau mau menerapkan wamil, hapus dulu umur persyaratan kerja maksimal 25 tahun karena wamil ini ngambil masa produktif rakyat lo. Astaghfirullah urgensinya apa si? Kek ini wni hidup udah pada mode survival semua, pontang panting cuman buat makan sendiri, terus buat program gapenting lagi. Ya allah,” tulis @haqiaal.
Unggahan tersebut kemudian mendapat tanggapan dari akun Threads @muktireel yang mengaitkan wacana tersebut dengan persoalan anggaran negara.
“Soal anggaran lagi ini mah, mereka cari2 cara buat sedot APBN,” tulis @muktireel.
Menanggapi komentar tersebut, @haqiaal kembali menyoroti besarnya anggaran pendapatan dan belanja negara yang menurutnya sudah mencapai angka sangat besar.
“Padahal APBN tahun depan udah membengka ke 4000 triliun lebih mau dibikin sampe 10 ribu triliun kah. Wallahi cape,” tulis @haqiaal.
Perbincangan itu berlanjut ketika akun @bernadiwidiarjo memberikan komentar bernada kritik terhadap pihak yang dianggap hanya memikirkan keuntungan dari kebijakan pemerintah.
“Maklum otak pengangguran mikirnya duit Bancakan melulu,” tulis @bernadiwidiarjo.
@haqiaal kemudian kembali memberikan respons terkait kebijakan yang dinilainya dapat membebani masyarakat.
“udahla mending TIDUR aja asli, sekalinya kerja, menyengsarakan rakyat.,” tulis @haqiaal.
Akun @bernadiwidiarjo kembali membalas komentar tersebut dengan nada menyindir.
“😁😁 tidur juga kerja bang klo untuk makhluk makhluk jenis begini,” tulis @bernadiwidiarjo.
Sementara itu, akun @jajapyon menyoroti gaya pemberitaan mengenai politisi ketika menyampaikan kebijakan yang dinilai kontroversial.
“Idk why media always took photo of these d v mb politicians smiling as they stated the most ridiculous policy ever,” tulis @jajapyon.
Komentar tersebut kemudian ditanggapi @haqiaal dengan kritik terhadap politisi dan dugaan motif di balik kebijakan yang dibuat.
“politisi indo mah selalu tersenyum setelah buat kebijakan kak, karena mereka tau, kebijakan baru = ladang korupsi baru buat mereka,” tulis @haqiaal.
Perdebatan mengenai wacana wajib militer tersebut kemudian ditutup dengan komentar akun @rasyid_ridha18 yang menyinggung persaingan untuk mendapatkan perhatian penguasa.
“Lagi lomba menjilat dan caper ngasih makan NPD final boss itu,” tulis @rasyid_ridha18.
Rangkaian komentar tersebut menunjukkan adanya respons kritis dari sejumlah pengguna Threads terhadap wacana wajib militer, terutama terkait masa produktif masyarakat, anggaran negara, serta dampak kebijakan terhadap kehidupan warga. (*)
Editor: 91224 R-ID Elok
View on Threads