Repelita Jakarta - Ketegangan diplomatik tingkat tinggi pecah di panggung internasional setelah adanya aksi saling lempar argumen tajam antara otoritas kota global dengan pemimpin pemerintahan asing.
Melalui laporan informasi yang disiarkan di kanal YouTube Kompas.com pada Jumat, 25 September 2026, Wali Kota New York Zohran Mamdani membalas tudingan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.
ADVERTISEMENT
Benjamin Netanyahu sebelumnya secara terbuka menuding Zohran Mamdani sebagai penganut antisemit atau pembenci kaum Yahudi saat menyampaikan pidato di hadapan Sidang Umum PBB pada Kamis, 24 September 2026.
Merespons serangan tersebut, Zohran Mamdani menyatakan bahwa pidato sepanjang tiga puluh tujuh menit di podium perserikatan bangsa-bangsa sengaja dipakai untuk memulihkan citra Tel Aviv.
Ia menilai tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya merupakan kebohongan berulang untuk menepis kritik objektif mengenai aksi pembantaian massal terhadap penduduk Palestina di Jalur Gaza.
Tokoh nomor satu di New York ini menegaskan kecaman luar negeri tersebut tidak akan mengubah status hukum Benjamin Netanyahu yang kini menjadi subjek buronan Mahkamah Pidana Internasional.
Perseteruan kedua tokoh ini sudah berlangsung lama sejak masa kampanye wilayah, di mana sang wali kota sempat berkomitmen untuk menangkap sang perdana menteri jika menginjakkan kaki di kotanya.
Meski kini mengakui penahanan berada di luar yurisdiksi lokal, Zohran Mamdani secara konsisten mendesak jajaran administrasi federal di bawah Presiden Donald Trump untuk segera mengeksekusi surat perintah penangkapan global tersebut.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok