Repelita Jakarta - Modus penipuan digital terbaru kini mengincar para pengguna WhatsApp dengan cara yang sangat sederhana namun mematikan, yaitu cukup dengan membuka foto.
Para pelaku kejahatan siber tidak lagi mengandalkan file APK atau tautan mencurigakan untuk membobol rekening korbannya.
ADVERTISEMENT
Metode baru ini hanya membutuhkan satu tindakan dari korban: mengunduh sebuah file gambar yang dikirim dari nomor asing.
Seorang pria di Madhya Pradesh, India, menjadi salah satu korban pertama yang dilaporkan kehilangan jutaan rupiah sesaat setelah membuka foto di WhatsApp.
Teknik yang digunakan pelaku disebut steganografi, yaitu menyisipkan kode jahat ke dalam struktur file gambar sehingga virus tidak terdeteksi secara kasat mata.
File foto tersebut tampak seperti gambar biasa, namun ketika tersimpan di galeri ponsel, malware langsung aktif bekerja secara diam-diam.
Setelah aktif, virus tersebut dapat mencuri kode OTP perbankan, mengambil alih identitas pembayaran digital, serta menyadap data dari akun media sosial korban.
Otoritas keamanan siber di Kerala telah mengeluarkan peringatan bahwa satu klik pada tombol unduh dapat menjadi pintu masuk bagi peretas untuk menguasai seluruh isi ponsel.
Kejahatan ini dinilai lebih berbahaya dibanding modus sebelumnya karena tidak memicu peringatan keamanan standar pada sistem operasi ponsel.
Korban biasanya baru menyadari rekeningnya telah dikuras setelah saldo berkurang tanpa adanya notifikasi mencurigakan sebelumnya.
Para pakar menyarankan pengguna untuk segera menonaktifkan fitur unduh otomatis atau auto-download di pengaturan WhatsApp.
Verifikasi nomor asing menggunakan aplikasi pelacak seperti Getcontact atau Truecaller juga sangat disarankan sebelum berinteraksi dengan pengirim pesan.
Memastikan sistem keamanan perangkat selalu dalam versi terbaru menjadi langkah penting untuk menutup celah bug keamanan.
Jika menerima kiriman foto mencurigakan, pengguna diminta untuk langsung memblokir nomor tersebut dan melaporkannya sebagai spam.(*)
Editor: 91224 R-ID Elok