Berita, Hukum

YouTuber Nusantara Panik, Mendadak Hapus Video Potongan Ceramah Jusuf Kalla

Repelita.id

23 April 2026 21:43 WIB

YouTuber Nusantara Panik, Mendadak Hapus Video Potongan Ceramah Jusuf Kalla
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Sejumlah kanal YouTube yang terafiliasi dalam kelompok "Youtuber Nusantara" tiba-tiba panik dan serempak menghapus seluruh video potongan ceramah Jusuf Kalla dari platform mereka.

Melansir kanal YouTube Opini Alvin, video yang sebelumnya menuding mantan Wapres RI itu melakukan penistaan agama kini lenyap total tanpa memberikan klarifikasi terbuka kepada publik.

ADVERTISEMENT

Penghapusan mendadak ini terjadi setelah tekanan terhadap para kreator konten semakin meningkat pasca Jusuf Kalla memberi sinyal akan membawa persoalan ini ke jalur hukum.

Fenomena tidak biasa ini memperlihatkan bahwa para YouTuber Nusantara tersebut tampak panik dan tergesa-gesa menghilangkan jejak digital mereka di ruang maya.

Video-video yang sebelumnya dengan percaya diri mereka unggah dan sebarkan ke publik kini sirna tanpa permintaan maaf maupun klarifikasi resmi.

Yang menarik dari kasus ini adalah bahwa penghapusan massal dilakukan secara serempak oleh banyak kanal yang tergabung dalam jaringan yang sama.

Bukan hanya satu atau dua kanal yang menghapus konten, melainkan puluhan kanal dengan tiba-tiba mengosongkan unggahan tentang Jusuf Kalla.

Ini mengindikasikan adanya koordinasi di antara mereka untuk membersihkan bukti-bukti digital yang berpotensi menjerat mereka secara hukum.

Padahal sebelumnya para YouTuber ini dengan lantang memviralkan potongan video ceramah Jusuf Kalla yang diambil di luar konteks utuh.

Mereka menuding Jusuf Kalla melakukan penistaan agama tanpa mau melihat secara lengkap bahwa pernyataan itu adalah analisis sosial tentang konflik Ambon dan Poso.

Setelah tekanan publik meningkat dan ancaman hukum semakin nyata, keberanian mereka seketika lenyap dan digantikan oleh rasa panik yang luar biasa.

Penghapusan besar-besaran ini bisa dimaknai sebagai klarifikasi diam-diam atau silent retraction bahwa konten yang mereka buat sejak awal adalah keliru.

Namun publik tetap kecewa karena tidak ada satupun dari mereka yang bersedia tampil ke depan untuk mengakui kesalahan dan meminta maaf secara terbuka.

Mereka memilih jalan aman dengan menghapus konten tanpa jejak sambil berharap publik akan melupakan kasus ini seiring berjalannya waktu.

Sikap panik ini justru semakin memperkuat dugaan bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari pola provokasi berbayar yang telah terencana.

Bukan murni ekspresi kebebasan berpendapat seperti yang sering mereka klaim ketika pertama kali membuat konten-konten kontroversial tersebut.

Publik kini mempertanyakan mengapa jika konten mereka benar dan berdasarkan fakta, mereka tidak mempertahankannya dan malah memilih menghapus dalam keadaan panik.

Jawabannya sederhana karena mereka sadar bahwa konten yang mereka buat hanyalah potongan-potongan video tanpa konteks yang dapat digugat secara hukum.

Ketika Jusuf Kalla mulai bicara soal proses hukum dan pelaporan ke polisi, para YouTuber Nusantara itu langsung kehilangan keberanian mereka.

Mereka lebih memilih menghapus bukti daripada harus berhadapan dengan konsekuensi pidana atas tuduhan fitnah yang mereka sebarkan ke publik.

Penghapusan video secara serempak ini adalah bukti paling jelas bahwa sejak awal tidak ada niat baik dalam pembuatan konten tersebut.

Yang ada hanyalah upaya provokasi untuk memecah belah masyarakat dengan memanfaatkan isu sensitif agama di ruang digital.

Kini para YouTuber Nusantara itu terciduk oleh tindakan panik mereka sendiri yang justru membuka tabir siapa sebenarnya di balik kericuhan ini.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung