Berita, Nasional

Yusril Bantah Pernah Buat Statement Soal Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum

Repelita.id

02 May 2026 17:23 WIB

Yusril Bantah Pernah Buat Statement Soal Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menko Kumham Imipas), Yusril Ihza Mahendra, dengan tegas membantah tuduhan bahwa dirinya pernah membuat pernyataan resmi mengenai keaslian ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo.

Klarifikasi tersebut disampaikan Yusril melalui unggahan di akun media sosial Instagram miliknya @yusrilihzamhd pada Sabtu, 2 Mei 2026, sebagai respons terhadap informasi yang beredar luas di masyarakat.

ADVERTISEMENT

Ia mengunggah tangkapan layar dari sejumlah unggahan yang mengatasnamakan dirinya terkait pernyataan yang menyebut ijazah Jokowi sah di mata hukum.

Yusril menegaskan bahwa unggahan-unggahan yang memuat pernyataan kontroversial tersebut adalah tidak benar atau dapat dikategorikan sebagai hoaks.

“Saya tidak pernah menyatakan kalimat-kalimat seperti dalam foto di atas. Klaim 'Yusril Sebut Ijazah Jokowi Sah di Mata Hukum' yang beredar di Facebook dan media sosial lain adalah disinformasi, hoaks, karena tidak pernah saya ucapkan,” ucap Yusril dalam klarifikasinya.

Ketua Dewan Pertimbangan Partai Bulan Bintang itu menegaskan tidak ada pernyataan seperti itu yang pernah dia sampaikan dalam berbagai kapasitasnya.

Baik sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan maupun sebagai pribadi, praktisi hukum, dan akademisi, Yusril membantah keras tudingan yang mencatut namanya.

“Saya sendiri tidak pernah memberikan penilaian apakah ijazah Jokowi itu sah atau tidak sah secara hukum, karena saya tidak mempunyai kapasitas, apalagi kewenangan untuk melakukan hal itu,” kata Yusril menjelaskan posisinya.

Ia menuturkan bahwa persoalan keaslian ijazah Joko Widodo pada dasarnya adalah urusan para pihak yang berkepentingan secara langsung, bukan wewenangnya untuk menilai.

Yusril juga menyayangkan maraknya konten disinformasi yang dengan sengaja menyeret namanya ke dalam polemik ijazah yang tidak ada kaitannya dengan tugas dan fungsinya saat ini.

Ia mengimbau masyarakat untuk lebih teliti dan kritis dalam menerima informasi yang beredar di media sosial sebelum menyebarkannya lebih luas kepada publik.

Klarifikasi dari Menko Kumham Imipas ini menjadi sangat penting mengingat narasi yang menyebut dirinya mendukung keabsahan ijazah Jokowi telah menyebar cukup masif dalam beberapa hari terakhir.

Hingga berita ini diterbitkan pada Sabtu, 2 Mei 2026, belum diketahui secara pasti siapa aktor di balik pembuatan dan penyebaran konten hoaks yang mencatut nama Yusril Ihza Mahendra tersebut.(*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung