Berita, Nasional

Yusuf Muhammad Soroti Krisis Energi Parah di Makassar dan Sentil Menteri ESDM Akibat Kelangkaan BBM Serta Gas Subsidi

Repelita.id

12 September 2026 15:54 WIB

Yusuf Muhammad Soroti Krisis Energi Parah di Makassar dan Sentil Menteri ESDM Akibat Kelangkaan BBM Serta Gas Subsidi
Foto: Istimewa

Repelita Jakarta - Permasalahan krisis energi yang melanda kawasan Makassar beserta sejumlah daerah lain di Sulawesi Selatan mendadak menjadi pusat perhatian publik nasional akibat kelangkaan bahan bakar serta gas tabung bersubsidi.

Sorotan tajam terhadap situasi darurat tersebut turut disuarakan oleh pegiat media sosial Yusuf Muhammad melalui rekaman video situasi lapangan yang diunggah secara terbuka.

ADVERTISEMENT

Dokumentasi digital yang merekam kemacetan panjang akibat antrean kendaraan tersebut dibagikan pada hari Sabtu, 12 September 2026, dengan menyertakan keterangan waktu kejadian.

Pernyataan lengkap mengenai kondisi krisis energi serta antrean panjang warga yang terdampak di berbagai titik wilayah termuat secara utuh melalui kutipan aslinya berikut ini.

"KRISIS ENERGI MAKASSAR: BBM DAN GAS LANGKA. Terlihat antrean BBM mengular 7 km di Jl. Perintis Kemerdekaan (11/9/2026)," kata Yusuf Muhammad, dikutip Sabtu (12/9/2026).

Selain kendala bahan bakar kendaraan bermotor, gelombang antrean masyarakat demi memperoleh pasokan gas subsidi ukuran tiga kilogram terpantau berlangsung hingga larut malam.

Keterangan lanjutan mengenai sebaran antrean warga yang terjadi di salah satu lokasi pemukiman warga dapat disimak secara langsung lewat kutipan pernyataan berikut ini.

“Warga juga mengantre gas LPG 3 kg hingga larut malam di Campagayya,” lanjutnya.

Kritik pedas turut dialamatkan langsung kepada pejabat kementerian teknis terkait lantaran sektor usaha mikro serta kaum ibu rumah tangga merasakan dampak kerugian yang cukup masif.

Ungkapan sentilan keras terhadap penyelenggara negara menyangkut dugaan penyimpangan distribusi serta dalih kepanikan pasar diutarakan melalui kutipan aslinya di bawah ini.

“UMKM dan ibu rumah tangga terdampak. DPRD Sulsel menduga penyelundupan pasokan subsidi ke luar provinsi. Pertamina berdalih panic buying. Mana Bolu Ketannn Bahlul???” tandasnya.

Dampak kelangkaan energi yang berkepanjangan ini bahkan memaksa institusi pendidikan setempat mengambil kebijakan darurat agar proses belajar mengajar tetap berlangsung di tengah keterbatasan transportasi. (*)

Editor: 91224 R-ID Elok

TAGS: #

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

Berita Lainnya

Advertisement

Terpopuler

Statistik Pengunjung